Renjana pada Sang Maha

Puisi1188 Dilihat

Renjana pada Sang Maha

Kala itu, nasibnya redup

Hidupnya serampangan tak terarah

Menjadi orang tak berperasaan

Tersebab menjadi manusia yang tak dimanusiakan

—

Melintasi jutaan penolakan

Mengembara kerelaan

Mencari celah-celah kecil penerimaan

Jangan Lewatkan: FRASA YANG TAK SEMPURNA

———

Jasadnya menguraikan nestapa

Tak ada yang ia genggam,

Kecuali kecemasan

—————————————

Lubuk hatinya pun berantakan,

Tapi ia merengkuh jutaan renjana pada Tuhannya

———————-

Lalu, di suatu malam yang agung

Tangisnya pecah tanpa suara

Merutuki segala dosa yang membelenggu dirinya

Tak ada obat mujarab selain do’a dan menghamba

—-

Adakah alasan menggagalkan harapan rida pada sang Maha?

Manusia mana yang tahu?

Jika tiap tetesan penghamba-annya telah Tuhan terima.

 

Achidza Millati Mardiyah, Mahasiswa Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta

Nikmati: Nulis Story, Nulis Puisi | Tips Menulis Puisi yang Baik | Muhammad Ali Fakih | damarcast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *