Renjana pada Sang Maha

Puisi190 Dilihat

Renjana pada Sang Maha

Kala itu, nasibnya redup

Hidupnya serampangan tak terarah

Menjadi orang tak berperasaan

Tersebab menjadi manusia yang tak dimanusiakan

Melintasi jutaan penolakan

Mengembara kerelaan

Mencari celah-celah kecil penerimaan

Jangan Lewatkan: FRASA YANG TAK SEMPURNA

———

Jasadnya menguraikan nestapa

Tak ada yang ia genggam,

Kecuali kecemasan

—————————————

Lubuk hatinya pun berantakan,

Tapi ia merengkuh jutaan renjana pada Tuhannya

———————-

Lalu, di suatu malam yang agung

Tangisnya pecah tanpa suara

Merutuki segala dosa yang membelenggu dirinya

Tak ada obat mujarab selain do’a dan menghamba

—-

Adakah alasan menggagalkan harapan rida pada sang Maha?

Manusia mana yang tahu?

Jika tiap tetesan penghamba-annya telah Tuhan terima.

 

Achidza Millati Mardiyah, Mahasiswa Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta

Nikmati: Nulis Story, Nulis Puisi | Tips Menulis Puisi yang Baik | Muhammad Ali Fakih | damarcast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *