Jenggot
Jenggot

Kuswaidi Syafiie “Kalau kelaki-lakian hanya ditandai oleh jenggot dan buah pelir, baiklah, seekor kambing jantan juga memiliki keduanya.” Kalimat di atas termaktub dalam kitab Matsnawi karya Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273) jilid V bait ke-3346. Bagi sufi yang masyhur baik di Barat maupun di Timur itu, kelaki-lakian secara spiritual merupakan sesuatu yang sangat niscaya di dalam […]

Engkau Allah maha sempurna
Engkau

Kuswaidi Syafiie Allah, sungguh sadar betul saya bahwa sampai kapan pun saya tidak akan pernah sanggup menulis dan membahas tentang Engkau sebagaimana semestinya hadiratMu digambarkan. Biarpun diri ini tak lain adalah bayang-bayangMu dan tidak bisa dinisbatkan kecuali kepada Engkau semata, sungguh terlampau kerdil untuk sanggup menyusuriMu sepenuhnya. Allah, saya ibarat seekor ikan dan Engkau adalah […]

Dosa dan Ampunan Allah
Dosa dan Ampunan

Kuswaidi Syafiie Karena dosa merupakan suatu kepastian bagi setiap manusia, maka ampunan yang datang dari Tuhan Yang Mahasempurna senantiasa disediakan untuk menutupinya sehingga keduanya menjadi sebagaimana semestinya. Dosa membutuhkan ampunan sebagaimana kotor yang membutuhkan pembersih. Tanpa adanya ampunan, dosa-dosa hanya akan semakin teronggok tidak karuan, semakin bacin dan jorok, menebarkan virus dan penyakit yang tidak […]

Cinta dan Akal
Cinta dan Akal

Kuswaidi Syafiie Akal merupakan potensi intelek yang bersemayam “di dalam” diri manusia dan berfungsi untuk menuntun mereka agar senantiasa memilih yang terbaik di antara sekian pilihan. Juga berfungsi untuk mengambil manfaat sebanyak mungkin dari segala sesuatu yang dijumpai. Pun berfungsi untuk menyelamatkan diri manusia dari berbagai macam bencana, seberapa pun takarannya, yang akan menimpa atau […]

Memasuki Api Cinta
Memasuki Api Cinta

Kuswaidi Syafi’ie Kemahaesaan Allah Ta’ala sedemikian sempurna. Tak sepenuhnya bisa tertampung dan terbayangkan oleh akal pikiran manusia yang paling dahsyat sekali pun. Orang-orang yang beriman dan cerdas secara lahir dan batin hanya bisa merasakan dan terngungun-ngungun di hadapan kemahaesaan hadiratNya itu. Segala sesuatu digenggam oleh kemahaanNya. Tidak ada apa pun yang meleset dari kehendakNya. Apa […]

Menyingkirkan Debu Hasrat
Menyingkirkan Debu Hasrat

Kuswaidi Syafiie Hambatan terbesar dalam diri seseorang bagi kemungkinan tumbuhnya benih-benih cinta ilahiat adalah eksisnya kabut-kabut kebosanan dan kejenuhan yang seringkali meringkusnya. Sehingga dia nyaris tidak bisa bergerak untuk mendapatkan kemajuan dan keuntungan walaupun hanya seinci. Kebosanan dan kejenuhan merupakan hijab-hijab yang menghalangi ketajaman pandangan batin seseorang pada keindahan spiritual segala sesuatu yang semestinya didapatkan. […]

Wafat Penuh Keajaiban - Dzunnun al misyri - Kuswaesi Sayifiie - ejogja ID
Wafat Penuh Keajaiban

Kuswaidi Syafiie Dalam kitab Nafahatul Unsi min Hadharatil Qudsi karya Mulla Nuruddin ‘Abdurrahman al-Jami dituturkan bahwa setelah Syaikh Dzunnun al-Mishri wafat di tahun 245 H, sesuatu yang menakjubkan kemudian terjadi dan disaksikan oleh orang-orang yang bertakziah dan mengantarkan jenazahnya ke pekuburan. Setelah dimandikan, dikafani, disalati dan kemudian siap diantarkan ke maqbarah, secara serentak datanglah ribuan […]

Cinta yang Irasional
Cinta yang Irasional

Oleh Kuswaidi Syafiie Cinta ditakdirkan untuk tidak sepenuhnya masuk akal kecuali bagi para pecinta itu sendiri. Bahkan para pecinta itu sendiri bisa saja tidak sanggup merasionalkan cinta yang mereka rasakan. Karena sesungguhnya cinta itu merupakan sifat Tuhan dan karena itu tidak akan sepenuhnya tersentuh oleh keterbatasan makhluk-makhlukNya. Bahkan terkadang yang namanya cinta itu wajib tidak […]

Benih-benih Cinta
Benih-Benih Cinta

Oleh Kuswaidi Syafi’ie Berkaitan dengan kharabat ini, berkaitan dengan reruntuhan alam semesta yang merupakan jejak-jejak cintaNya ini, di dalam kitab Burdah, Imam Muhammad Bushiri juga mengatakan, tapi dengan bahasa Arab yang berbeda: “Laulal hawa lam turiq dam’an ‘ala thalalin” (Andaikan tidak karena cinta, kau tidak mungkin menumpahkan air mata di atas reruntuhan rumah si dia). […]

Dzikir Paling Utama
Dzikir Paling Utama

Oleh Kuswaidi Syafiie Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menuturkan bahwa dzikir paling utama yang beliau dan para nabi terdahulu melaksanakannya adalah La ilaha illallah/tidak ada Tuhan selain Allah. Itulah yang disebut kalimat tahlil atau kalimat thayyibah. Berarti ada keseragaman spiritual di antara seluruh nabi yang pernah dikirim dan diutus oleh Allah SWT ke tengah kancah […]

kuswaedi syafiie padamu aku lebur
Padamu Aku Lebur

Oleh Kuswaidi Syafiie Pada suatu hari harimau mengajak srigala dan kancil untuk berburu binatang-binatang yang akan dijadikan santapan bagi mereka. Dengan semangat mereka menembus kekelaman hutan. Pandangan mereka begitu tajam menyisir kemungkinan munculnya buruan untuk diterkam. Keberuntungan berpihak kepada mereka. Dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama, mereka bisa melumpuhkan sapi hutan, kambing hutan dan […]

Anugerah Kuswaidi Syafiie
Anugerah

Oleh Kuswaidi Syafiie Manusia yang merupakan tujuan utama dari berlangsungnya penciptaan alam semesta. Keberadaan mereka sungguh tak lebih dari sebuah pinjaman dari Dzat yang merupakan awal mula sekaligus akhir dari segala sesuatu, yaitu Allah SWT. Artinya adalah bahwa manusia itu sama sekali tidak terlibat dalam proses penciptaan diri mereka sendiri. Kemunculan mereka sebagai wujud murni […]

kejayaan islam
Kejayaan Islam

Oleh Kuswaidi Syafi’ie Seorang sufi termasyhur yang dikenal sebagai imam Thariqah Malamatiyah, Syaikh Hamdun al-Qashshar (wafat pada 271 H), suatu hari pernah ditanya oleh seseorang: “Kenapa dakwah ulama terdahulu lebih efektif dan bermanfaat dibandingkan dengan dakwah ulama kita hari ini?” “Karena ulama terdahulu,” jawab beliau dengan getar ruhani yang tidak terbantahkan sebagaimana dukutip oleh Syaikh […]

Menemukan Allah
Menemukan Allah

Oleh Kuswaidi Syafi’ie “Aku mencarimu oh Tuanku di seluruh alam raya. Sementara di rumahku Engkau senantiasa bertahta.” Puisi di atas digubah oleh Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273) yang kemudian banyak dijadikan referensi oleh sufi-sufi setelah beliau. Baris-baris kalimat puitik itu menggambarkan tentang berlangsungnya pencarian spiritual yang dilakukan oleh mereka yang telah mengerti dan merasakan apa arti […]