Rebo Pahing Jadi Ikhtiar Bersama, IIQ An Nur Mantapkan Langkah Lewat Doa dan Sarasehan

Bantul, Kabar240 Dilihat
Rebo Pahing Jadi Ikhtiar Bersama, IIQ An Nur Mantapkan Langkah Lewat Doa dan Sarasehan
Foto: Robo Pahing IIQ An Nur Yogyakarta

ejogja.ID | Bantul – Suasana Auditorium Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta pada Rabu (29/7/2026) terasa ssejuk. Di tengah rutinitas akademik, jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan berkumpul dalam satu majelis doa. Bukan sekadar agenda seremonial, pertemuan itu menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan sekaligus meneguhkan arah pengembangan kampus.

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditopang oleh kerja keras, program, dan perencanaan yang matang. Menurutnya, ikhtiar lahir perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar batin melalui doa dan munajat kepada Allah Swt.

Jangan Lewati: Ratusan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta Mulai Jalani PLP 2026

“Dalam istilah Jawanya, kita berkumpul di sini untuk me-nyuwuk IIQ An Nur beserta semua yang ada di dalamnya,” ujar Sihab.

Ia berharap seluruh sivitas akademika senantiasa memperoleh keberkahan, kesehatan, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta kekuatan untuk membawa IIQ An Nur terus berkembang.

Momentum doa bersama itu sengaja dipilih pada Rabu Pahing, bertepatan dengan hari lahir IIQ An Nur Yogyakarta. Pada hari tersebut, tepatnya tahun 2002, terbit Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj-II/356/2002 tentang pendirian IIQ An Nur Yogyakarta yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia saat dipimpin Prof. Dr. Said Agil Husin Al-Munawar.

Berangkat dari momentum historis itu, Sihab mengusulkan agar kegiatan tersebut menjadi tradisi yang dilaksanakan secara berkala.

“Pertemuan doa bersama ini belum memiliki nama. Mungkin bisa kita namai Rutinan Rebo Pahing. Semoga melalui doa bersama ini kita memperoleh keberkahan hidup, kesehatan, kesuksesan, dan IIQ An Nur semakin berkembang maju,” katanya.

Jangan Lewati: Ada Spasinya

Usai doa bersama, acara berlanjut dengan sarasehan yang menjadi ruang musyawarah bagi seluruh peserta. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai persoalan kelembagaan sekaligus merumuskan langkah-langkah pengembangan kampus.

“Melalui musyawarah, kita berharap dapat menemukan solusi atas berbagai tantangan di setiap sektor pengelolaan kampus,” ujar Sihab.

Doa bersama dipimpin Kepala Unit Tahfidz Al-Qur’an dan Kepesantrenan, Dr. Khoirun Niat, Lc., M.A., sedangkan jalannya sarasehan dipandu Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan, Kerja Sama, dan Sumber Daya, Nindya Rachman Pranajati, M.Pd.

Jangan Lewati: Ikuti! Lomba-Lomba Ketarbiyahan Nasional 2026

Dalam forum tersebut, peserta menyepakati bahwa doa bersama akan menjadi agenda rutin setiap selapan atau 35 hari sekali, tepat pada Rabu Pahing. Pelaksanaannya akan digilir di setiap fakultas, lembaga, maupun unit kerja di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta.

Forum juga menyepakati bahwa format kegiatan rutin, seperti pembacaan tahlil, dan akan dimatangkan pada pertemuan Rabu Pahing berikutnya.

Dengan menjadikan hari lahir kampus sebagai ruang bermunajat dan bermusyawarah, IIQ An Nur Yogyakarta tidak hanya merawat ingatan atas sejarah pendiriannya, tetapi juga membangun tradisi kelembagaan yang memadukan spiritualitas, kebersamaan, dan komitmen untuk terus bertumbuh. [MAF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *