Ahmad Muchlish Amrin

Domba Gus Randy Menghadap Tuhan
Domba Gus Randy Menghadap Tuhan

Bagian #1 Ahmad  Muchlish Amrin Usai salat Ied dan mendengarkan khutbah Idul Adha, orang-orang pada berkumpul. Tak lain untuk menyembelih hewan Qurban. Tahun ini ada 5 ekor domba berdiri tegak, siap digesek pisau tajam mengkilat. Bokongnya Ginuk-ginuk. Tanduknya melengkung seperti secelurit bulan tanggal enam. Mata domba itu menatap cerah meskipun kadang meneteskan air mata dari […]

Kisah Kiai Andi dan Kiai Hakim
Kisah Kiai Andi dan Kiai Hakim

Ahmad  Muchlish Amrin Alkisah, qala al-qa’il: Pada hari yang sangat cerah, tersebutlah dua  ulama kondang: Kiai Hakim dan Kiai Andi. Dua ulama’ ini sama-sama memiliki kuda. Kiai Hakim memelihara kuda putih, kiai Andi memelihara kuda hitam. Bila hendak bepergian, tentu keduanya mengendarai kuda. Dan, dengan kuda-kuda itulah keduanya bisa menyusuri bukit dan hutan, apalagi kota-kota […]

Berpuasa di Tengah Meroketnya Harga Komoditas
Berpuasa di Tengah Meroketnya Harga Komoditas

Ahmad  Muchlish Amrin Umat Islam Indonesia telah mengamalkan ibadah puasa di tengah meroketnya harga komoditas, mulai minyak goreng, ayam, daging, hingga BBM. Situasi ini seperti dua sisi mata uang, satu sisi dituntut melakukan ibadah puasa dengan cermat, seksama, sungguh-sungguh sebagaimana tuntunan syariat Nabi. Di sisi lain, masyarakat kita dihadapkan pada kesulitan ekonomi yang serba mahal. […]

Kursi Ahmad  Muchlish Amrin
Kursi

Ahmad  Muchlish Amrin Apakah kursi hanya bermakna sebagai tempat duduk? Bahwa kursi yang kita tahu diartikan sebagai tempat duduk, tentu iya. Kursi memiliki makna yang luas dan banyak. Dalam kitab suci juga diketahui terdapat “ayat kursi”. Pembahasan kali ini hanya akan menyitir sedikit hal remeh temeh dan tidak begitu penting perihal kursi yang ditempatkan di […]

Elegi Pintu ejogja
Elegi Pintu

Ahmad  Muchlish Amrin Pintu. Ya, berbicara ihwal sebuah pintu sama dengan berbicara perihal kedatangan dan kepergian, bukan? Bagi sebuah rumah, pintu adalah akses keluar dan masuk, akses pergi dan kembali, akses berangkat dan pulang. Setiap yang merasa punya rumah, pasti mengerti kapan pintu harus ditutup dan dibuka. Apakah pintu akan dibuka untuk senyum dan bahagia? […]

Nikmati Kakimu
Nikmati Kakimu, Bung!

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Pawai dari Selma ke Montgomery—kata Abraham Joshua Heschel (1907-1972), adalah protes dan doa. Kaki bukan bibir, ia berjalan tidak berlutut.  Kaki kami mengucapkan lagu tanpa kata-kata. Rabbi yang sekaligus filsuf Yahudi ini tidak hanya berusaha memaknai kaki sebagai faktor biologis, melainkan makna kaki dalam sebuah pawai keagamaan, sebuah protes rakyat terhadap […]

Tangan-tangan yang dikaruniai
Tangan-Tangan yang Dikaruniai

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Tangan ini memiliki simbol-simbol kemuliaan yang tidak dimiliki oleh dimensi biologis yang lain. Ia memiliki lima jemari yang tentu secara makna berbeda-beda yaitu ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Coba saja Anda berdiri di pinggir jalan atau datang ke tengah orang yang bergerombol, tunjukkan jempol Anda dengan bibir […]

Kepada Pemilik Tangan
Kepada Pemilik Tangan

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Betapa senangnya bisa memiliki tangan, apalagi sedang berada di depan mereka yang oleh Tuhan tidak diberi. Kesenangannya sungguh tak terbatas. Dengan tangan setidaknya bisa digunakan untuk makan, meraba, mengelus, memegang, menjambak, memukul, melawan, dan seterusnya. Tergantung pada pribadi pemiliknya. Bila tangan digerakkan oleh akal sehat dan jiwa murni, tangan akan berperilaku […]

Katakan Yang Benar Walau...
Katakan yang Benar Walau…

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Qul al-haq walau kaana murra  Artinya: katakan yang benar meski itu pahit (HR. Bukhari Muslim). Tentu menyampaikan ke-benar-an tidak semudah meludah ke tanah. Ada resiko yang harus ditanggung, setidaknya; Pertama, memberikan contoh aksi dari apa yang kita sampaikan. Bahasa perbuatan akan fasih berbicara dibanding bahasa lisan yang tanpa dibarengi dengan perbuatan. […]

Menyekolahkan Lisan
Menyekolahkan Lisan

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Duh! Mulut; lisan; congor; colo’; cocot wa akhawatuhum adalah fakultas penting dalam “ke-manusia-an” kita. Kata-kata yang keluar memiliki ruh dan aroma yang berbeda-beda, tergantung pada pribadi pemiliknya. Bibir boleh manis, boleh sensual, boleh pula dipoles gincu agar terlihat lebih indah, tapi pastikan agregasi yang keluar dari balik bibir yang indah itu […]

Belajar Mendengarkan mukhlish amrin
Belajar Mendengarkan

Oleh Ahmad  Muchlish Amrin Hari ini. Telah tiba pada suatu masa, di mana manusia lebih senang berbicara dari pada mendengarkan. Diam dan mendengarkan bagai permata rubi yang berkilau. Di pagi hari, burung berkicau saling bersahutan, kokok ayam dan sapi melenguh di kejauhan, tupai-tupai bercericit berkejaran dari satu pohon ke pohon lain. Kita dengarkan. Kita dengarkan. […]

BELAJAR MEMANDANG
Belajar Memandang

Oleh Ahmad Muchlish Amrin Saya ingin mengawali pembicaraan ini dengan sebuah pertanyaan kecil, apa saja yang sudah kita pandang? Alat apa yang kita gunakan untuk memandang? Secara lahiriah, mata adalah alat dasar untuk memandang. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi, mata menyerap objek pandangan, mulai dari warna-warni kehidupan; pohon-pohon, gunung-gunung, hewan, manusia, awan, langit, tanah, […]

Biografi Lubang
Biografi Lubang

Oleh Ahmad Muchlish Amrin Asal mula manusia di dunia ini adalah lubang. Lubang adalah sebuah rahasia besar tuhan. Lubang adalah kehidupan. Manusia bermula dari lubang dan akan berakhir dan berbaring di lubang pula, yakni lubang kubur. Sutardji Calzoum Bachri pernah mengaum melalui sajaknya yang berjudul Perjalanan Kubur: sungai pergi ke laut membawa kubur-kubur laut pergi […]

Surat dari Seorang Murid Masola
Surat Dari Seorang Murid Masola

Oleh Ahmad Muchlish Amrin   Dan cinta adalah nyawa engkau boleh mengatasnamakan apa saja tetapi yang tumbuh di dada ini adalah pohon cahayanya tebanglah jika engkau sanggup menanggung perihnya (Zainal Arifin Thaha, Cinta Adalah Nyawa, 1996)   Gus, salam ta’dzim. Surat ini ditulis oleh murid yang selalu merindukan seorang guru bersahaja yang benar-benar berusaha mengorbitkan […]