ISI Yogyakarta Tegaskan Peran Seni di Tengah Gempuran AI

Bantul, Kabar327 Dilihat
ISI Yogyakarta Tegaskan Peran Seni di Tengah Gempuran AI
Foto: Rektor bersama pimpinan ISI Yogyakarta, kala jumpa pers tentang Dies Natalis ke-42. 

ejogja.ID | Bantul – Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memilih merespons perubahan zaman dengan cara khas. Kampus seni itu menjaga rasa, merawat kemanusiaan, dan menempatkan seni sebagai penuntun arah peradaban.

Jangan Lewati: Misteri Tubuh Separuh

Semangat itu terasa dalam peringatan Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta yang berlangsung sepanjang Mei hingga Agustus 2026. Melalui tema “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence”, kampus tersebut tidak hanya merayakan usia. ISI Yogyakarta juga mengajak publik merenungkan posisi manusia di tengah dominasi teknologi.

Menjaga Rasa di Tengah Percepatan Teknologi

Bagi ISI Yogyakarta, perkembangan AI bukan sekadar soal mesin dan algoritma. Kampus itu menilai teknologi harus tetap terhubung dengan pengalaman manusia, nilai budaya, dan sensitivitas artistik yang menjadi ruh kesenian.

Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menyebut Dies Natalis ke-42 sebagai momentum untuk menegaskan kembali peran seni dalam membaca perubahan zaman.

“Di usia ke-42 ini, kami tidak sekadar merayakan perjalanan institusi seni, tetapi menegaskan kembali peran seni sebagai cara membaca zaman. Di tengah percepatan AI, ISI Yogyakarta menghadirkan gagasan bahwa teknologi harus tetap berpihak pada kemanusiaan, kreativitas, dan daya rasa,” ujar Irwandi, Selasa (26/5).

Menurut Irwandi, perguruan tinggi seni tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Kampus seni juga harus menjaga hal-hal yang tidak dapat digantikan mesin, seperti karakter, empati, intuisi, dan kepekaan rasa.

Jangan Lewati: Loker Guru! MTs Ali Maksum Cari Guru Bahasa Indonesia, IPS, hingga BK

ISI Yogyakarta kini menyiapkan penyesuaian kurikulum secara bertahap di seluruh program studi. Penyesuaian itu mencakup jenjang sarjana hingga pascasarjana. Kampus tersebut juga mulai memasukkan teknologi digital dan algoritma ke dalam proses penciptaan karya seni.

“Melalui perubahan kurikulum itu, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang refleksi kritis sekaligus kekuatan kreatif yang memberi arah bagi masa depan yang lebih manusiawi. Kami juga ingin menjaga hal-hal yang tidak bisa dilakukan AI, seperti karakter,” katanya.

Kolaborasi Seni dan Jejaring Global

ISI Yogyakarta tidak hanya menawarkan gagasan dalam Dies Natalis tahun ini. Kampus itu juga menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta, Rahmat Aditya Warman, mengatakan panitia menyiapkan 21 agenda. Kegiatan itu meliputi sidang senat, seminar, simposium, pameran, festival, konser, hingga pesta rakyat.

Panitia menggandeng berbagai fakultas, mulai dari Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Desain, hingga Seni Media Rekam. Selain sivitas akademika, panitia juga melibatkan seniman, jejaring internasional, dan masyarakat luas.

Menurut Rahmat, seluruh rangkaian acara menunjukkan bahwa seni tetap relevan di tengah perubahan zaman. ISI Yogyakarta mempertemukan tradisi, inovasi, teknologi, dan nilai kemanusiaan dalam satu ruang.

Dukungan juga datang dari mitra internasional. Perwakilan Australia Art Orchestra dan Project Eleven menyebut kerja sama dengan ISI Yogyakarta selama tiga tahun terakhir membuka ruang kolaborasi yang luas bagi seniman muda.

“Bersama ISI Yogyakarta, kami mengkolaborasikan seniman muda agar dapat menggelar pameran di luar negeri maupun berkolaborasi dengan seniman internasional dalam berbagai ajang pameran,” ujar Director Project Eleven, Dewi Sartika Bukit.

Jangan Lewati: Kontroversi LCC MPR RI: Regu C Dipotong Nilai Meski Jawabannya Sama

Melalui Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta ingin menegaskan satu hal. Di tengah kecanggihan teknologi yang terus berkembang, seni tetap dibutuhkan untuk menjaga manusia tetap menjadi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *