Silaturahmi Ta’mir Masjid NU di Kulon Progo, LTMNU DIY Perkuat Tata Kelola Berbasis Digital

Kabar, Kulon Progo235 Dilihat
Silaturahmi Ta'mir Masjid NU di Kulon Progo, LTMNU DIY Perkuat Tata Kelola Berbasis Digital
Foto: Aula Kantor PCNU Kulon Progo Yogyakarta

ejogja.ID | Kulon Progo — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Aula Kantor PCNU Kulon Progo, Sabtu (18/7), ketika puluhan pengurus dan ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama dari berbagai kapanewon berkumpul dalam forum silaturahmi dan rapat koordinasi Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LTMNU DIY). Pertemuan itu untuk memperkuat jejaring, menyatukan langkah. Ini sekaligus merancang masa depan pengelolaan masjid NU yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

LTMNU DIY menggandeng LTMNU Kulon Progo menggelar kegiatan tersebut dengan menghadirkan jajaran pengurus wilayah, pengurus cabang, serta para ta’mir Masjid NU se-Kabupaten Kulon Progo. Selain mempererat ukhuwah antarpengurus, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi berbagai tantangan sekaligus merumuskan arah pengembangan tata kelola masjid Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ukhuwah dan Peran Masjid

Ketua LTMNU Kulon Progo, Kiai Sukardi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kulon Progo sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi semacam ini memiliki arti penting karena mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menyamakan visi dalam memakmurkan masjid-masjid Nahdlatul Ulama.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada KH. Basori Alwi beserta seluruh pengurus LTMNU DIY. Semoga pertemuan ini membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menghasilkan program-program yang dapat memajukan masjid-masjid NU di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Kiai Sukardi.

Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pembinaan sosial kemasyarakatan. Karena itu, para ta’mir perlu mengelola masjid secara profesional, transparan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Tata Kelola Masjid Modern

Dalam forum tersebut, Ketua LTMNU DIY, KH. Basori Alwi, memaparkan potret terkini pengelolaan Masjid NU di DIY. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Ini mulai dari penguatan kelembagaan, pembenahan administrasi organisasi, hingga penegasan identitas khas Masjid Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, identitas tersebut penting agar masyarakat semakin mengenal karakter Masjid NU sebagai ruang ibadah yang mengedepankan moderasi beragama, toleransi, tradisi keilmuan, serta pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan LTMNU DIY, KH. Basori Alwi menjelaskan bahwa pihaknya tengah menuntaskan sejumlah program strategis yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Salah satu fokus utama ialah membangun sistem pengelolaan masjid yang modern, terintegrasi, dan berbasis data.

Jangan Lewati: Korban Kurban

“Pada akhir masa khidmat ini, LTMNU DIY menghadirkan terobosan melalui pendataan Masjid NU berbasis digital serta penyusunan Buku Panduan Manajemen Masjid NU. Kami berharap kedua program ini menjadi pedoman sekaligus instrumen untuk memperkuat tata kelola masjid Nahdlatul Ulama di seluruh DIY,” jelasnya.

Ia menambahkan, digitalisasi data akan memudahkan proses pemetaan potensi masjid, penyusunan program pembinaan, hingga pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Sementara itu, Buku Panduan Manajemen Masjid NU akan menjadi acuan praktis bagi para ta’mir dalam mengelola administrasi, kepengurusan, pelayanan jamaah, serta pengembangan program kemakmuran masjid.

Sepanjang diskusi, para peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang bertukar pengalaman. Para ta’mir menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di tingkat lokal, mulai dari penguatan organisasi, pemberdayaan jamaah, hingga pengelolaan administrasi. Pengurus wilayah menampung berbagai masukan itu sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program kerja berikutnya.

Jangan Lewati: Membangun Sekolah NU yang “Benaran”: Seruan Kolektif

Semangat kebersamaan yang terbangun selama pertemuan mencerminkan tekad bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat. LTMNU DIY pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masjid-masjid Nahdlatul Ulama melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas pengurus, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan tata kelola yang profesional.

Silaturahmi di Kulon Progo menegaskan bahwa kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun Masjid Nahdlatul Ulama. Ini akan semakin maju, responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap kokoh menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ruh perjuangan Nahdlatul Ulama. [jml]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *