Serdik di Tangan, Dosen PTKIS DIY Meneguhkan Profesionalisme

Bantul, Kabar476 Dilihat
Serdik di Tangan, Dosen PTKIS DIY Meneguhkan Profesionalisme
Foto: Penyerahan 19 Serdik Dosen PTKIS oleh Sekretaris Kopertias Yogyakarta.

ejogja.ID | Bantul – Suasana Auditorium Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta tampak hangat pada Rabu, 6 Mei 2026. Sejumlah dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Daerah Istimewa Yogyakarta duduk berdampingan, sebagian membawa map berisi dokumen akademik yang selama ini mereka perjuangkan. Hari itu bukan sekadar seremoni administratif. Rasa lega, syukur, sekaligus harapan baru menyelimuti ruangan.

Jangan Lewati: Hari Pendidikan

Kopertais Wilayah III DIY menggelar pembinaan dosen PTKIS sekaligus menyerahkan Sertifikat Pendidik (Serdik) kepada dosen yang lulus Sertifikasi Dosen Kementerian Agama RI tahun 2025. Sertifikat itu menjadi penanda penting: pengakuan resmi atas profesionalisme seorang dosen.

Para dosen dari berbagai kampus menerima sertifikat tersebut. 12 dosen IIQ An Nur Yogyakarta, 6 dosen STAI Yogyakarta, dan 1 dosen STEI Hamfara Yogyakarta.

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A., menyebut proses menuju sertifikasi dosen bukan perjalanan singkat. Para dosen harus melewati tahapan administrasi, penilaian portofolio, hingga pemenuhan berbagai syarat akademik. Karena itu, ia mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Kopertais dan Forum Komunikasi (Forkom) PTKIS Yogyakarta.

Jangan Lewati: Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Distribusi Butuh Kolaborasi

“Semoga penyerahan serdik ini menjadi momentum bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya,” ujarnya.

Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang terus berubah, sertifikat pendidik bukan sekadar lembar legalitas. Sertifikat itu membuka jalan bagi pengembangan karier akademik dosen, mulai dari jenjang asisten ahli hingga peluang menuju guru besar.

Ketua Forkom PTKIS Yogyakarta, Dr. Nur Kholis, S.E.I., M.Sh.Ec., menjelaskan bahwa tahun ini Kopertais dan Forkom mengambil sertifikat secara kolektif. Cara itu dinilai lebih efisien dibanding praktik sebelumnya ketika dosen harus mengambil sertifikat secara mandiri.

Jangan Lewati: Tongkat Musa

“Kalau dosen mengambil sendiri, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tahun ini kami mengirim perwakilan untuk mengambil serdik, lalu menyerahkannya bersama-sama di sini,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah III DIY, Dr. Ahmad Arifi, M.Ag., mengingatkan bahwa profesionalisme dosen tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat. Menurutnya, dosen harus terus menjaga kompetensi keilmuan, mengembangkan jabatan fungsional, dan menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara konsisten.

Ia menekankan bahwa dosen idealnya melaporkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat setiap semester sebagai bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus syarat menjaga tunjangan profesi.

“Serdik adalah pengakuan bahwa dosen layak menjalankan Tridharma secara profesional,” tegasnya.

Jangan Lewati: Program Pendidikan Khas Jogja Siap Diluncurkan pada 4 Mei 2026: Antara Warisan Nilai dan Tantangan Zaman

Di penghujung acara, para dosen bergantian menerima sertifikat sambil berfoto bersama kolega dan pimpinan kampus. Momen itu memang sederhana, tetapi menyimpan makna panjang tentang dedikasi, ketekunan, dan perjalanan intelektual yang tidak selalu mudah. Bagi banyak dosen PTKIS, sertifikat itu bukan garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. [MAF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *