Joglo Seabad di Bantul: Ketika Kayu Tua Menjadi Bintang Layar

Bantul1736 Dilihat
Joglo Seabad di Bantul Ketika Kayu Tua Menjadi Bintang Layar
Foto: Penampakan joglo yang berusia satu abad di Payaman, Girirejo, Imogiri, Bantul, DIY. Pradito Rida Pertana/detikJogja

ejogja.ID | Di sebuah hamparan tanah luas di Padukuhan Payaman, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Bantul, sebuah rumah joglo berdiri tenang. Rumah itu tak sekadar tua, tetapi menyimpan denyut sejarah lebih dari satu abad. Bangunan kayu tersebut menghadapi waktu dengan kesabaran, seolah tidak tergesa oleh perubahan zaman, meski kamera dan lampu syuting berulang kali menyapanya.

Jangan Lewati: Zaman Edan

Dinas Kebudayaan Bantul memperkirakan joglo ini berdiri pada awal dekade 1920-an, sekitar November. Bangunan joglo utama menempati area sekitar 108 meter persegi dan bertengger di atas lahan yang jauh lebih luas—lebih dari satu hektare atau sekitar 10.000 meter persegi. Luasan itu memberi rumah ini ruang bernapas, menghadirkan kesan lega sekaligus jarak alami dari kepadatan permukiman di sekitarnya.

Empat saka guru utama dari kayu jati menopang struktur joglo ini. Para perajin masa lalu merakit bangunan tersebut dengan sistem konstruksi tradisional tanpa paku, mengandalkan sambungan kayu yang presisi. Atap joglo klasik menaungi ruang utama, sementara tumpang sari yang masih terjaga menandai status sosial dan fungsi rumah Jawa pada zamannya. Bagi arsitek tradisional, detail-detail ini tidak hanya memancarkan keindahan, tetapi juga merekam pengetahuan teknik bangunan yang terus berpindah tangan lintas generasi.

Jangan Lewati: Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa dan Guru di SDN 01 Kalibaru, Sopir Ditetapkan Tersangka

Pada masanya, R. Hardjo Soedarmo, seorang saudagar batik, memiliki rumah ini. Ia tidak membangun joglo tersebut langsung di Payaman. Sebaliknya, ia membeli bangunan itu dalam kondisi utuh dari daerah lain, lalu memindahkan dan merakit ulangnya di lahan Payaman pada era 1920-an. Masyarakat Jawa kala itu lazim mempraktikkan pemindahan rumah, terutama untuk bangunan bernilai tinggi seperti joglo berbahan kayu jati.

Ruang Sosial dan Luka Gempa

Memasuki dekade 1980-an, warga kampung memandang joglo ini sebagai salah satu rumah paling representatif. Pendapa menjadi ruang bersama: warga menggelar arisan, posyandu, hingga pertemuan desa di bawah naungan atapnya.

Namun gempa besar Yogyakarta tahun 2006 mengubah banyak hal. Guncangan kuat merobohkan dapur dan beberapa bangunan pendukung. Kompleks rumah kehilangan struktur kampung dan limasan yang dulu melengkapinya, hingga kini hanya dua bangunan joglo utama yang tetap bertahan. Pemilik kemudian memulihkan rumah ini secara bertahap sambil menjaga bentuk, orientasi, dan material aslinya.

Cagar Budaya dan Set Film

Pada 28 Desember 2017, Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan rumah joglo ini sebagai bangunan cagar budaya. Pemerintah mendasarkan penetapan tersebut pada usia bangunan, keutuhan struktur utama, serta nilai sejarah dan arsitekturnya. Setelah itu, pemerintah turut memberi bantuan pemugaran, terutama untuk memperkuat struktur pascagempa.

Keaslian bentuk bangunan dan luas halaman yang lapang menarik perhatian dunia perfilman. Dalam beberapa tahun terakhir, rumah joglo ini kerap menjadi lokasi syuting film dan iklan, terutama film horor dan drama berlatar Jawa. Aura klasik, proporsi ruang yang seimbang, serta lanskap alami menjadi daya pikat utamanya.

Jangan Lewati: Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Mulai Jalani KKN di Semin: Penguatan Sosial-Keagamaan Jadi Fokus Pengabdian

Pemilik rumah memanfaatkan uang sewa dari rumah produksi untuk melakukan perawatan rutin. Mereka merawat kayu jati agar tetap sehat dan menjaga struktur joglo agar tidak kehilangan karakternya. Sementara itu, pelajar dan komunitas tetap dapat menggunakan rumah ini tanpa biaya—sebuah ruang warisan yang hidup, bukan museum yang membeku.

Di tengah perubahan zaman, joglo seabad di Bantul ini terus menegaskan keberadaannya: bangunan teknis yang presisi, ruang budaya yang lentur, dan latar cerita yang selalu menemukan peran baru. [al]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *