The Most KUA Hadir di SMAN 1 Sedayu, Kuatkan Remaja Sehat dan Berakhlak

Bantul, Kabar722 Dilihat
The Most KUA Hadir di SMAN 1 Sedayu, Kuatkan Remaja Sehat dan Berakhlak
Foto: Pelaksanaan Program The Most KUA, Move for Sakinah Maslahat di SMAN 1 Sedayu Bantul DIY

ejogja.ID | Bantul (KUA Sedayu) – Suasana aula SMAN 1 Sedayu pada Kamis–Jumat (26–27 Februari 2026) tampak menarik. Ratusan pelajar duduk berbaris rapi, sebagian membawa buku catatan, sebagian lain menyimak dengan wajah serius namun antusias. Di ruang itulah Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Sedayu menghadirkan program The Most KUA, Move for Sakinah Maslahat. Ini ikhtiar membangun generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

Jangan Lewati: Ketakterbatasan Diri

Program ini menjadi tindak lanjut arahan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah untuk memperluas fungsi pembinaan keluarga. Tidak lagi berhenti pada calon pengantin, pembinaan kini menyentuh pelajar. Mereka yang kelak akan menjadi calon pembangun keluarga di masa depan.

Bersama pengurus Rohis Al-Wildan, para siswa tidak sekadar menerima materi secara teoritis. Mereka diajak merenungi makna menjadi remaja sehat secara utuh: menjaga tubuh dari hal yang merusak, menjaga pikiran dari pengaruh negatif, menjaga pergaulan, serta meneguhkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, menegaskan bahwa fondasi keluarga sakinah tidak dibangun ketika akad nikah diucapkan, melainkan jauh sebelum itu, yakni sejak masa remaja.

“Remaja hari ini adalah calon pemimpin, calon orang tua, dan calon penggerak masyarakat. Jika remaja dipersiapkan dengan baik, maka masa depan bangsa juga akan baik. Remaja sehat bukan hanya yang kuat fisiknya, tetapi juga memiliki akhlak baik, tujuan hidup yang jelas, dan kemampuan mengendalikan diri,” ujarnya.

Jangan Lewati: Mahasiswi Jadi Korban Begal Payudara di Sanden, Pelaku Tertangkap di JJLS

Menurut Ari, tantangan remaja masa kini semakin kompleks. Arus informasi digital yang tak terbendung, tekanan lingkungan pergaulan, hingga budaya instan menjadi ujian tersendiri. Di tengah situasi itu, kehadiran KUA melalui program pembinaan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga generasi agar tetap berada di jalur yang benar.

Guru SMAN 1 Sedayu, Eni Farhaeni, menilai kegiatan ini sebagai penguatan penting bagi pelajar. Terutama dalam membangun kesadaran menjaga diri dan merencanakan masa depan.

“Remaja berada dalam fase pencarian jati diri. Tanpa bimbingan, mereka bisa salah arah. Materi tentang remaja sehat dan pencegahan nikah dini sangat penting. Ini agar mereka memahami bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar dan mengembangkan potensi, bukan terburu-buru mengambil keputusan besar tanpa kesiapan,” jelasnya.

Jangan Lewati: Awal Ramadan Kembali Berbeda, Gus Hilmy Soroti Lemahnya Otoritas Negara

Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu, Jamilludin, mengingatkan bahwa kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

“Remaja sehat adalah remaja yang menjaga tubuhnya, menjaga pikirannya, dan menjaga hatinya tetap dekat dengan Allah. Iman yang kuat adalah benteng yang melindungi dari perilaku merugikan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa masa remaja adalah masa emas yang tidak terulang. Pilihan dan kebiasaan hari ini, katanya, akan menentukan kualitas masa depan.

Dari sisi peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Khanza Arummaisha, pengurus Rohis Al-Wildan, mengaku mendapatkan perspektif baru.

“Kami jadi lebih sadar bahwa menjadi remaja sehat bukan hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana menjaga pergaulan, akhlak, dan mempersiapkan masa depan. Kegiatan ini memotivasi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Jangan Lewati: Bakti Sosial KUA Sedayu Memperingati HAB Ke-79 Kemenag

Lebih dari sekadar program edukasi, The Most KUA menjadi gerakan moral yang menegaskan satu pesan penting: kualitas keluarga masa depan ditentukan oleh kualitas remaja hari ini. Remaja yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual akan tumbuh menjadi pribadi yang matang dan bertanggung jawab. Sebaliknya, kehilangan arah di masa muda dapat berujung pada persoalan yang panjang.

Di momentum menjelang Ramadan, pesan ini terasa semakin relevan. Menjaga diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas pribadi bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan investasi masa depan.

Jangan Lewati: Pekerjaan Utama

Melalui kegiatan ini, KUA Sedayu menegaskan perannya bukan sekadar sebagai lembaga pelayanan administrasi keagamaan. Tetapi, mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berakhlak, sehat, dan berdaya. Generasi yang kelak membawa maslahat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. [nw]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *