Grebeg Masjid, Ahad Ceria Ramadan di Masjid Kamaluddin

Jogja, Kabar607 Dilihat
Grebeg Masjid, Ahad Ceria Ramadan di Masjid Kamaluddin
Foto: PWNU DIY Grebeg Masjid Kamaluddin.

ejogja.ID | Yogyakarta — Semangat kolaborasi antarlembaga di lingkungan PWNU DIY kembali terasa hangat pada Ahad (8/3/2026) sore. Sejumlah lembaga NU DIY menggelar kegiatan Grebeg Masjid: Takjilan Ramadan Ceria di Masjid Kamaluddin. Kegiatan ini menghidupkan suasana Ramadan sekaligus menegaskan peran masjid sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, dan ruang kebersamaan umat.

Jangan Lewati: Puasa Purba

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) DIY, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) DIY, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU DIY, serta NU Care-LAZISNU DIY berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mereka merancang rangkaian acara yang memadukan nuansa religius, edukatif, sekaligus hiburan yang ramah bagi masyarakat.

Sejak pukul 15.30 WIB, jamaah mulai berdatangan ke Masjid Kamaluddin. Anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum memenuhi halaman dan ruang masjid. Suasana Ramadhan terasa akrab dan penuh kehangatan, terlebih saat para peserta menanti waktu berbuka sambil mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia.

Ketua LTMNU DIY, KH. Basori Alwi, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa Grebeg Masjid menjadi salah satu upaya menghidupkan fungsi masjid secara lebih luas di tengah masyarakat. Ia menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat yang mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Karena itu, pengelola masjid perlu terus menghadirkan kegiatan yang melibatkan jamaah secara aktif.

Jangan Lewati: Gus Hilmy Apresiasi Kebijakan Pemerintah Tertibkan Ruang Digital: Identitas Resmi

“Masjid harus menjadi ruang yang hidup. Tidak hanya tempat shalat, tetapi juga tempat umat berkumpul, belajar, berbagi, dan memperkuat persaudaraan. Melalui kegiatan seperti Grebeg Masjid ini, kami ingin menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan keberkahan,” ujarnya.

Ketua NU Care-LAZISNU DIY, Mambaul Bahri, S.Th.I, juga menekankan pentingnya menggabungkan kegiatan sosial dengan dakwah. Ia menjelaskan bahwa pembagian takjil dan berbagai kegiatan sosial menjadi bagian dari semangat berbagi yang terus dikembangkan oleh NU Care-LAZISNU. Kegiatan seperti ini bukan hanya memeriahkan Ramadhan, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik dalam rangkaian Grebeg Masjid. Jamaah mengikuti tausiyah Ramadhan yang memberikan penguatan spiritual menjelang waktu berbuka. Lesbumi NU DIY kemudian mengajak peserta, khususnya anak-anak dan remaja, mengikuti workshop sulap yang berlangsung interaktif dan menghibur.

Jangan Lewati: The Most KUA Hadir di SMAN 1 Sedayu, Kuatkan Remaja Sehat dan Berakhlak

Suasana semakin meriah ketika nDan Gofu, komunitas seni di bawah naungan Lesbumi NU DIY, tampil menghibur jamaah. Penampilan seni tersebut menghadirkan nuansa Ramadhan yang lebih hidup sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media dakwah yang efektif dan menyenangkan.

Panitia juga membagikan berbagai doorprize kepada jamaah yang mengikuti kegiatan hingga menjelang berbuka puasa. Antusiasme peserta pun semakin terasa sepanjang acara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif berkat pemanduan Kang Jamiluddin sebagai host. Dengan gaya santai namun tetap edukatif, ia menjaga suasana kegiatan tetap cair dan penuh keceriaan.

Melalui kegiatan Grebeg Masjid ini, para penyelenggara berharap Masjid Kamaluddin dapat terus berkembang sebagai salah satu masjid percontohan PWNU DIY yang aktif dan inklusif. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat untuk belajar, berkarya, serta memperkuat kebersamaan.

Jangan Lewati: Figur Sepuh

Para penggerak berharap kegiatan serupa dapat hadir di lebih banyak masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan begitu, semangat Ramadhan tidak hanya terasa dalam ibadah, tetapi juga dalam kebersamaan, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai budaya Islam yang ramah dan membahagiakan. [jml]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *