Dr. Ahmad Sihabul Millah Kembali Dilantik sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta Periode 2026–2029

Bantul, Kabar844 Dilihat
Dr. Ahmad Sihabul Millah Kembali Dilantik sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta Periode 2026–2029
Foto: Amanat Ketua Yayasan Al-Ma`had An-Nur Kiai Muslim Nawawi dalam Pelantikan Rektor IIQ An Nur Yogyakarta Periode 2026-2029.

ejogja.ID | Yayasan Al Ma’had An Nur secara resmi kembali melantik Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. sebagai Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta masa bakti 2026–2029. Yayasan menyelenggarakan pelantikan tersebut pada Sabtu (20/12/2025) di Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta.

Jangan Lewati: Ibu Ekologi

Keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem menghadiri acara ini bersama perwakilan Yayasan Al Ma’had An Nur, jajaran Senat IIQ An Nur Yogyakarta, para dosen dan pengelola kampus, serta para undangan yang terdiri atas kepala sekolah dari satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur.

Kepala Tata Usaha Yayasan Al Ma’had An Nur, Qowim Musthofa, M.Hum., membacakan Surat Keputusan Ketua Yayasan Al Ma’had An Nur Ngrukem Nomor 465/SK-PRIIQ/YAA/XI/2025 tentang Pengangkatan Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an An Nur Yogyakarta Periode 2026–2029. Melalui keputusan tersebut, yayasan memperpanjang masa jabatan sekaligus menetapkan kembali Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta.

Jangan Lewati: Menautkan Iman, Pangan, dan Bumi: Nyai Nissa Wargadipura di IIQ An Nur Yogyakarta

Dengan pelantikan ini, kepemimpinan Sihab —sapaan akrabnya— memasuki periode kedua. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta pada masa bakti 2021–2025, lalu yayasan memperpanjang masa jabatannya selama enam bulan hingga akhir Desember 2025.

Ketua Yayasan Al Ma’had An Nur, KH. Muslim Nawawi, memimpin langsung upacara pelantikan. Dalam suasana khidmat, Sihab mengucapkan janji kesanggupan untuk menjalankan amanah yayasan sebelum KH. Muslim Nawawi secara resmi melantiknya sebagai rektor.

“Saya ucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya kembalikan tanggung jawab dan amanah besar ini kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Sihab mengawali sambutannya.

Dengan suara bergetar, Sihab menyampaikan bahwa amanah yang kembali yayasan percayakan kepadanya merupakan tanggung jawab besar. Ia menyadari bahwa ia tidak mungkin menjalankan amanah tersebut tanpa bimbingan dan dukungan berbagai pihak. Khususnya, para pengasuh Pondok Pesantren An Nur dan sivitas akademik IIQ An Nur Yogyakarta.

Jangan Dilewati: Zaman Edan

“Kami mohon dijewer, didawuhi, dan diarahkan oleh orang tua kami, para pengasuh Pondok Pesantren An Nur, dalam menjalankan amanah ini,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar IIQ An Nur Yogyakarta atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya sebelumnya. Ia berharap seluruh sivitas akademik terus memberikan dukungan hingga akhir masa baktinya.

Dalam sambutannya, KH. Muslim Nawawi menyampaikan pesan agar Sihab tidak merasa khawatir dalam mengemban amanah sebagai rektor. Ia meminta Sihab meniatkan jabatan tersebut sebagai bentuk pengabdian untuk mengurusi santri-santri Mbah Nawawi —Almaghfurlah KH. Nawawi ‘Abdul ‘Aziz (1925–2014)— pendiri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem sekaligus pendiri seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur, termasuk IIQ An Nur Yogyakarta.

Jangan Lewati: Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Mulai Jalani KKN di Semin: Penguatan Sosial-Keagamaan Jadi Fokus Pengabdian

Nawaitu-nya adalah mengurusi santri-santrinya Mbah Nawawi. Tidak perlu mumet sendiri. Jika suatu saat merasa ruwet, ziarahlah ke maqbarah beliau, laporkan, dan mohon didoakan. Insya Allah, Mbah Nawawi masih memantau santri-santrinya meski dari alam barzakh,” dawuh Kiai Muslim.

Kiai Muslim menegaskan bahwa pesan tersebut tidak hanya ia tujukan kepada rektor, tetapi juga kepada seluruh dosen, pengelola, dan mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta. Meskipun sebagian besar sivitas akademik tidak sempat bertemu langsung dengan Mbah Nawawi, niat pengabdian untuk melanjutkan warisan beliau tetap menempatkan mereka sebagai bagian dari santri-santrinya.

“Saya haqqul yaqin, pengabdian panjenengan semua di kampus ini tidak akan sia-sia jika diniatkan berkhidmat kepada santri-santrinya Mbah Nawawi. Sebab, tujuan awal pendirian kampus ini adalah agar para santri An Nur yang belum menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, meski telah lulus Aliyah, tetap dapat menuntaskannya melalui pendidikan di IIQ An Nur,” imbuhnya.

Jangan Lewati: Ritual Administratif

KH. Mu’thi Nawawi memimpin doa penutup acara pelantikan. Setelah itu, seluruh hadirin bersalaman dengan jajaran pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Mereka menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. atas pelantikannya kembali sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta. [MAF]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *