Tiga Sekolah Jadi Satu: Harapan Baru Tumbuh di Wates Kulon Progo DI Yogyakarta

Kabar, Kulon Progo1398 Dilihat
Tiga Sekolah Jadi Satu Harapan Baru Tumbuh di Wates Kulon Progo DI Yogyakarta
Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan (PojokMalioboro.com)

ejogja.ID | Kulon Progo – Denting bel berbunyi, anak-anak berlarian menuju kelas. Namun, hari-hari itu pemandangan di SD Percobaan 4 Wates sedikit berbeda: seragam yang beragam, wajah-wajah baru, dan suasana yang lebih riuh dari biasanya. Semuanya adalah tanda babak baru—tiga sekolah dasar yang dulu terpisah kini resmi bersatu di bawah satu atap.

Jangan Lewati: 20 Persen APBN untuk Pendidikan, Tapi Guru-Dosen Masih ‘Gigit Jari’

Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan resmikan penyatuan ini , pada Jumat (8/8/2025) melalui penandatanganan prasasti. “Setelah pindah dan menempati gedung terpadu bersama sejak awal tahun ajaran baru lalu, SD Percobaan 4 Wates, SD N 2 Wates dan SD N Terbahsari resmi bergabung menjadi SD Percobaan 4 Wates,” ujarnya.

Pemerintah daerah memandang langkah ini sebagai strategi ganda: efisiensi pengelolaan sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran. Agung mengungkapkan rasa optimisnya. “Berjalan lancar siswa-siswa senang dengan situasi belajar yang baru sehingga pesan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Saya juga mengapresiasi anak-anak itu cepat adaptasinya di sini,” katanya.

Cerita Rara dan Adaptasi Siswa

Di sudut halaman sekolah, Rara, siswi kelas IV yang sebelumnya bersekolah di SD Negeri 2 Wates, tampak memeluk erat tasnya sambil bercakap dengan teman barunya. “Awalnya agak takut karena banyak yang belum kenal, tapi sekarang sudah punya teman baru. Kelasnya lebih besar dan ada taman bermainnya,” ucapnya dengan senyum malu-malu. Cerita Rara adalah gambaran kecil dari proses adaptasi yang kini dijalani ratusan siswa lain.

Meski begitu, Bupati mengakui beberapa fasilitas masih memerlukan perhatian. “Menurut saya penataan ya, karena perpustakaan belum tertata fasilitasnya sudah ada tapi karena pindahnya juga baru saja, bisa lihat tadi ada ruang UKS itu bed-nya juga sudah ada tapi belum tertata, ruang ibadah untuk non muslimnya juga masih belum tertata,” jelasnya saat meninjau ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulon Progo, Nur Wahyudi, menambahkan bahwa penggabungan ini juga bagian dari penataan kawasan Alun-Alun Wates. Nama SD Percobaan 4 Wates tetap dipertahankan agar proses administrasi, termasuk penyaluran dana BOS, berjalan lancar.

Jangan Lewati: Judol di Bantul, Gus Hilmy: Membantu Kejahatan adalah Kejahatan

Kini, di bawah satu atap, ratusan siswa dari tiga sekolah berbeda belajar bersama. Setiap pagi, halaman sekolah menjadi saksi tawa yang berbaur tanpa sekat asal-usul. Di ruang-ruang kelas, papan tulis menjadi tempat cerita baru ditulis, bukan lagi tentang “kami” dan “mereka”, tetapi tentang “kita”. Sebuah awal yang mungkin sederhana, namun bagi masa depan mereka, bisa berarti segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *