Menjaga Lingkungan dari Hal Terkecil

Esai1129 Dilihat
Menjaga Lingkungan dari Hal Terkecil
Foto: Istimewa

Habibullah

Lingkungan yang bersih merupakan faktor penting dalam menunjang pembentukan pola hidup sehat. Lingkungan yang sehat merupakan lingkungan yang bebas dari pencemaran lingkungan seperti sampah, polusi udara, dan berbagai penyakit lainnya . membiasakan hidup sehat dan bersih harus dilakukan dimanapun kita berada . lingkungan adalah anugerah yang diberikan kepada kepada Allah untuk makhluk yang ada di bumi sebagai tempat tinggal, sudah sewajarnya kita menjaga lingkungan supaya hidup sehat dan terhindar dari sampah, polusi udara, dan berbagai penyakit lainnya. Bukan malah merusak lingkungan dengan cara membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara sembarangan dan membuat polusi udara yang dapat menyebabkan datangnya berbagai penyakit.

Jangan Lewati: Ayah Bukan Sosok Keras, Tapi Hati yang Jarang Terlihat

Namun mirisnya semua itu malah terbalik banyak orang yang lupa akan kesadaran untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya, jika setiap orang melakukan dari hal terkecil secara konsisten. Lingkungan hidup yang kita tingali har ini sebenarnya sangat bergantung pada bagaimana cara kita melakukan hal-hal sederhana di sekitar kita. Sayangnya, banyak dari kita. Masih banyak mengabaikan dan menganggap hal kecil tidak akan berarti. Padahal, inilah dari perubahan yang membentuk pola hidup yang ramah lingkungan dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana.

Membentuk Kesadaran Diri Secara Ekologis

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bahwa lingkungan adalah rumah tempat tinggal kita, dari setiap tindakan hari ini akan terbentuk dengan sendirinya apabila kita melakukan dari hal terkecil akan menghasilkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sejuk. Kerusakan lingkungan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. sekarang ini sampah rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar pencemaran lingkungan, terutama sampah plastik yang sangat sulit terurai oleh tanah bahkan teruraikan bisa mencapai ratusan tahun dan dapat mencemari tanah dan menyebabkan bau yang tidak sedap. Ironisnya, kebanyakan dari kita banyak yang tidak menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, membuang sampah secara sembarangan adalah masalah besar bagi kita semua.

Jangan Lewati: Resmi! Pemerintah Atur Ayah Antar Anak ke Sekolah Mulai Hari Ini

Menjaga lingkungan bukan hanya pemerintah, melainkan semua umat manusia pemerintah disini hanya mewakili wewenang serta kekuasaan untuk mengatur regulasi dan kebijakan agar tindakan pengrusakan alam tidak terjadi lagi. Kita sebagai masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya bantuan dari pemerintah yang mendukung tentang kelestarian lingkungan. Didalam islam juga sudah dijelaskan bahwasanya menjaga lingkungan adalah kewajiban umat manusia. Rasulullah pernah bersabda “Annadhafatu min aliman”, yang artinya kebersihan itu sebagian dari iman.” (HR.Ahmad). Dalam hadis di atas bisa kita simpulkan bahwa Allah menyukai hal yang bersih dan orang yang menjaga kebersihan. Jadi lingkungan yang bersih adalah sebagian dari iman, maka dari itu kita harus senantiasa menjaga apa yang harus kita lakukan kedepannya nanti.

Jadi kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal kecil saja dalam menjaga lingkungan seperti stop membuang sampah sembarangan, stop mencemari udara, stop merusak lingkungan dan dukunglah upaya pemerintah jika ada gerakan pelestarian lingkungan seperti mendaur ulang sampah dan masih banyak lagi. Solusi untuk menjaga lingkungan adalah sebagai berikut:

Memilah sampah dari rumah

Membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah, misalnya memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sekarang ini sebagian besar adalah berasal dari sampah rumah tangga. Sayangnya, sebagian besar masih tercampur, membuat proses daur ulang akan menjadi sulit. Padahal, organik bisa dijadikan kompos alami yang sangat bermanfaat bagi tumbuhan, sedangkan sampah anorganik bisa diolah kembali jika dipilah sejak awal. Sampah anorganik bisa dijadikan kerajinan seperti botol bekas bisa diubah menjadi vas bunga, pot tanaman, tempat pensil, dan lain-lain. Adapun manfaat daur ulang sampah anorganik adalah antara lain: mengurangi sampah, menciptakan produk bernilai, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.

Jangan Lewati: Terbaru! Loker Guru Bahasa Inggris

Menanam tanaman di pekarangan rumah 

Dengan menanam satu pohon berarti memberikan satu kesempatan bagi bumi untuk bernafas lega. Bahkan tanaman kecil seperti tanaman sirih, tanaman mawar, pohon jeruk atau tanaman lainnya sangat bermanfaat bagi bumi. Hal ini karena satu tanaman dapat menghasilkan oksigen dengan cara melalui fotosintesis. Maka, mulai dari menanam satu tanaman adalah bentuk cinta terhadap lingkungan yang tidak boleh diremehkan.

Memberikan edukasi lingkungan ke teman dan keluarga

Langkah kecil lainnya yang sering terabaikan adalah berbagi pengetahuan akan pentingnya kebersihan. Mengajak ayah, ibu, kakak, adik ataupun keluarga lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, kita mengingatkan teman-teman akan pentingnya menjaga kebersihan, kita bisa tumbuh di ruang keluarga. Ini harus lewat contoh nyata dan ajakan yang tulus. 

Kini, bukan waktunya menunggu aksi orang lain untuk memulai peduli pada lingkungan. Setiap kita punya andil, dan tanggung jawab itu bisa dimulai dari langkah paling sederhana. Jika memilah sampah dari rumah, menanam tanaman di pekarangan rumah, atau memberikan edukasi lingkungan keluarga dan teman saja terasa berat lalu bagaimana kita bisa berharap bumi akan tetap ramah pada generasi selanjutnya?

Jangan Lewati: Kabar Baik! Deadline Beasiswa Unggulan 2025 Diperpanjang, Yuk Siapkan Berkasmu!

Menjaga lingkungan bukan hal yang sulit jika kita mau memulai dari hal-hal kecil. Perubahan besar berasal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan sadar. Bumi ini butuh kita bukan sebagai perusak, melainkan sebagai penjaga yang dimulai dari langkah terkecil. Maka, ayo mulai dari diri sendiri, dari lingkungan rumah sendiri, dan dari hal-hal terkecil yang bisa kita lakukan setiap hari.

Habibullah, Mahasiswa PGMI Fakta IIQ An Nur Yogyakarta. Surel: Habibullahhabibullah0019@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *