Evaluasi KKN ke-22, IIQ An Nur Dorong Ekspansi Internasional dan Luaran Jurnal Ilmiah

Bantul, Kabar508 Dilihat
Evaluasi KKN ke-22, IIQ An Nur Dorong Ekspansi Internasional dan Luaran Jurnal Ilmiah
Foto: Evaluasi KKN ke-22 Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta Tahun Akademik 2025/2026 di WOS Bantul.

ejogja.ID | Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-22 Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta Tahun Akademik 2025/2026 menutup rangkaian pengabdian mahasiswa dengan menggelar forum evaluasi bersama jajaran panitia dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Mereka memilih suasana hangat Waroeng Omah Sawah (WOS) Miri, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Senin (9/2/2026), sebagai ruang refleksi sekaligus penanda berakhirnya masa pendampingan KKN ke-22.

Jangan Lewati: Berpikir Jernih

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, A. Sihabul Millah, membuka forum dengan menegaskan keberhasilan pelaksanaan KKN tahun ini. Ia menilai mahasiswa mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di Bulurejo dan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul.

“Saking senangnya dengan kehadiran mahasiswa KKN kita, sampai-sampai ada masyarakat Bulurejo atau Bendung yang ingin menuliskan surat cinta kepada IIQ An Nur,” ujarnya, memancing tawa hadirin.

Ia mengungkapkan, warga secara langsung menyampaikan bahwa 40 hari masa pengabdian terasa terlalu singkat. Sihab mengingatkan, kampus sebelumnya menetapkan durasi KKN selama dua bulan sebelum kemudian memangkasnya.

“Dengan banyaknya masukan dari masyarakat, mungkin perlu kita pertimbangkan kembali agar durasi KKN tahun depan kembali menjadi dua bulan,” katanya. Tak berhenti pada evaluasi durasi, Sihab mendorong kampus memperluas cakupan pengabdian hingga ke luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia bahkan mengajak forum mulai merintis KKN internasional. “Kalau memungkinkan, tahun depan kita adakan KKN internasional. Selain memperluas pengabdian, ini juga berpotensi menambah poin akreditasi,” tegasnya.

Jangan Lewati: Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan

Ketua KKN ke-22 Muhammad Saifullah, M.A. memimpin jalannya evaluasi dengan didampingi Sekretaris Bani Idris Hidayanto, M.H. Para peserta forum menyambut positif gagasan KKN internasional. Qowim Musthofa, M.Hum. melihat peluang itu terbuka lebar melalui jejaring Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul.

“Alumni Pondok An Nur ada yang memiliki pesantren di Malaysia dan Singapura. Kita bisa memanfaatkan relasi ini jika tahun depan hendak melaksanakan KKN internasional,” ungkapnya.

Sihab menambahkan, ia juga menjalin komunikasi dengan jejaring di kedua negara tersebut. Menurutnya, KKN internasional tidak hanya menguatkan nilai akreditasi, tetapi juga membuka kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi —mulai dari pendidikan hingga penelitian— dengan lembaga di luar negeri.

“Kita harus menyiapkan semuanya secara matang agar pelaksanaan KKN dan kerja sama yang kita bangun benar-benar optimal,” tandasnya.

KKN Berbasis Publikasi dan Akreditasi

Forum tidak hanya membahas perluasan wilayah pengabdian, tetapi juga merancang arah baru luaran KKN. Edo Segara Gustanto, S.E., M.E. dan Maghfur MR, M.Ag. mendorong setiap kelompok KKN menulis minimal dua artikel jurnal yang terbit di luar lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta. “Artikel pengabdian KKN bisa kita pecah menjadi dua atau lebih. Dana KKN juga bisa mendukung proses penyuntingan hingga publikasi,” ujar Edo.

Jangan Lewati: Ziarah Literasi

Maghfur mengusulkan langkah lebih tegas: kampus mengganti laporan KKN konvensional dengan artikel pengabdian hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen.

“Saya setuju kita hapus laporan KKN karena kurang berdampak. Akan lebih bermanfaat jika kita ganti dengan artikel pengabdian yang dipublikasikan,” tegasnya.

Ketua Rumah Jurnal An-Nur, Ahmad Shofiyuddin Ichsan, M.A., M.Pd., memperkuat gagasan tersebut. Ia mengajak forum mengarahkan KKN sebagai instrumen strategis penopang akreditasi institusi dan program studi.

“Setiap kelompok bisa menargetkan tiga artikel jurnal yang terbit di luar IIQ An Nur. Ini mendukung akreditasi, memperkuat kolaborasi dosen-mahasiswa, sekaligus melatih mahasiswa menjadi peneliti sebelum menyusun tugas akhir,” jelasnya.

Jangan Lewati: Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Mulai Jalani KKN di Semin: Penguatan Sosial-Keagamaan Jadi Fokus Pengabdian

Muchamad Mufid, M.Pd. kemudian mengingatkan pentingnya desain program sejak awal. Ia mengusulkan tiga program kerja wajib yang mewakili tiga fakultas: Tarbiyah, Ushuluddin, serta Ekonomi dan Bisnis Islam.

“Sejak awal kita harus menggodok proker agar bisa berkembang menjadi artikel jurnal. Kalau kegiatannya hanya sekali, seperti pelatihan azan singkat, sulit kita olah menjadi tulisan ilmiah. Jadi, sejak perencanaan pun, KKN harus kita arahkan untuk mendukung publikasi,” pungkasnya. [MAF]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *