
ejogja.ID | Derai senyum dan haru menyelimuti halaman Kampus IIQ An Nur Yogyakarta, Sabtu (13/09/2025). Di bawah payung semangat Qur’ani, sebanyak 173 wisudawan dikukuhkan, termasuk 84 sarjana berpredikat cumlaude dan 37 hafiz/ah 30 juz bil hifzi beserta 5 wisudawan Qiraah Sab’ah. Prosesi wisuda ke-17 ini menjadi penanda lahirnya generasi baru yang tak hanya cemerlang secara akademik, tetapi juga kokoh memegang nilai-nilai Al-Qur’an.
Jangan Lewati: Mahasiswi IIQ An Nur Ini Bangkit dari Duka, Menyemai Cinta Al-Qur’an
Suasana penuh kebanggaan terasa sejak pagi. Di bawah langit cerah Bantul, para wisudawan satu per satu melangkah ke panggung dengan balutan toga, disaksikan keluarga besar Yayasan Al Ma’had An Nur, jajaran pejabat kabupaten Bantul, Direktur Diktis Kemenag Pusat, Kopertais III, Forkom wilayah III DIY, serta tamu undangan lainnya.
Prestasi di Tiga Fakultas
Predikat cumlaude, gelar hafiz/ah 30 juz, dan Qiraah Sab’ah merupakan capaian langka yang menjadi kebanggaan kampus ini.
Jangan Lewati: Telah Dibuka! Beasiswa Program KIP Kuliah IIQ An Nur Yogyakarta 2025
Tak hanya jumlah, kualitas pun menjadi sorotan. Beberapa wisudawan dari tiga fakultas menorehkan prestasi membanggakan, baik akademik maupun nonakademik:
Fakultas Tarbiyah: Julia Agustin (PAI) meraih predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Fika Fathimah (PGMI) mencatatkan diri sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi, yakni 3.78. Sementara itu, Anma Rivalda Ma’sum (PAI) menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.77 sekaligus hafizah 30 juz.
Fakultas Ushuluddin: Afnan Raihan (IAT) menyabet predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Winda Fitriani meraih IPK tertinggi 3.59, sedangkan Nur Tata menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.57, hafizah 30 juz, sekaligus penelitiannya terpublikasi di jurnal internasional bereputasi Scopus.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: Vea Afi Antica (Ekonomi Syariah) meraih predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 3 tahun 5 bulan. Amalia Putri Isyanti (Ekonomi Syariah) mencetak IPK tertinggi 3.82, dan Wahdatun Solikhah (Ekonomi Syariah) menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.70 sekaligus hafizah 30 juz.
Pesan Moral dari Para Tokoh
Dalam sambutannya, Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, menekankan bahwa momen wisuda merupakan gerbang awal perjalanan baru. Gerbang yang penuh tantangan sekaligus harapan. Ia menyoroti perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) yang tak terelakkan.
“Kepintaran AI bisa lebih cepat dari kita, tapi AI punya kelemahan dasar, yakni ia tidak punya hati nurani, tidak memiliki pertimbangan moral-akhlak. Untuk itu, wisudawan hari ini ke depan harus terus mengedepankan akhlak mulia dan kejujuran, sehingga dapat memberikan banyak manfaat,” tambahnya.
Jangan Lewati: Anggota DPD RI Desak Kapolri Segera Usut Dalang Kerusuhan dan Penjarahan
Sementara itu, Bupati Bantul melalui Kabag Kersa, Pambudi Arifin Rakhman, S.I.P., menyebut kampus IIQ An Nur sebagai kampus spesial. Sebab, kampus ini mampu mencetak alumni unggul sekaligus penghafal Al Qur’an 30 juz setiap tahun.
“Kalian adalah sarjana muslim yang telah menamatkan pendidikan di IIQ An Nur, maka kalian ini tentu tidak hanya pinter, tetapi juga bener, dan pener,” ujarnya.
Mengenang Sejarah, Merancang Masa Depan
Dari jajaran yayasan, KH. Yasin Nawawi mengajak para wisudawan mengenang sejarah lahirnya IIQ An Nur rintisan almaghfurlah KH. Nawawi Abdul Aziz demi masa depan para santri penghafal Al Qur’an.
“Ilmu yang kalian (para wisudawan) dapatkan bukanlah untuk kalian sendiri, tapi harus di-upgrade untuk kepentingan khidmah kepada agama Allah, umat, dan masyarakat luas, agar manfaatnya luar biasa dan terus membawa berkah,” pungkasnya.
Orasi Ilmiah: Dorongan Menjadi Universitas
Acara ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Direktur Diktis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsudin, M.A., yang menyebut dirinya bagian dari sejarah awal berdirinya IIQ An Nur. Ia mengapresiasi kiprah kampus ini yang telah membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, ia menyarankan agar IIQ An Nur segera bertransformasi menjadi universitas dan membuka prodi-prodi umum.
Jangan Lewati: Pernah Putus, Sekolah Lagi: Kisah Lana Menemukan Cahaya
“Pengembangan ilmu pengetahuan ini sebuah keniscayaan. Misal, ulumul Qur’an harus terus diupdate, sebagaimana saya telah mencoba melakukannya melalui teori Ma’na Cum Maghza dengan tiga pendekatan dalam memahami ayat-ayat Al Qur’an,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika-akhlak dalam berhubungan dengan siapa pun. Apapun latar belakangnya. Lebih-lebih, bagi alumni IIQ An Nur yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
KH. ‘Asyim Nawawi memungkasi rangkaian acara dengan doa. Selanjutnya, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Momentum wisuda ini bukan hanya menjadi puncak capaian akademik, melainkan juga awal langkah pengabdian untuk umat dan bangsa. Dunia boleh berubah cepat, tapi nilai Al-Qur’an tak lekang dimakan zaman. Lulusan IIQ An Nur bisa menjadi pelita yang mampu berjalan di dua kaki: menguasai teknologi modern sekaligus menjaga nurani dengan nilai-nilai Qur’ani.
Pasang iklan di ejogja.ID, klik: Pasang Iklan


















