Ketua PWNU DIY Membuka Pelatihan Jagal Hewan Kurban Sambut Idul Adha 1447 H

Jogja, Kabar347 Dilihat
Ketua PWNU DIY Membuka Pelatihan Jagal Hewan Kurban Sambut Idul Adha 1447 H
Foto: Pelatihan Jagal Hewan Kurban oleh LTMNU DIY.

ejogja.ID | Yogyakarta — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LTMNU DIY) menggelar Pelatihan Jagal Hewan Kurban pada Sabtu (16/5/2026) di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono No. 40-42 Yogyakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Terlatih Jagale, Halal Kurbane” tersebut berlangsung semarak dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur pengurus masjid dan lembaga NU se-DIY.

Jangan Lewati: Kontroversi LCC MPR RI: Regu C Dipotong Nilai Meski Jawabannya Sama

Sejak pagi, suasana pelatihan tampak hangat dan penuh antusias. Para peserta yang hadir berasal dari pengurus LTMNU DIY, LTM PCNU se-DIY, utusan Masjid Percontohan PWNU DIY, hingga ta’mir masjid binaan NU Care LazisNU DIY. Mereka tampak aktif berdiskusi dan mengikuti materi yang disampaikan para narasumber.

Ketua Panitia, KH. Basori Alwi menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya minat peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan jagal kurban kini menjadi kebutuhan penting agar pelaksanaan kurban di masyarakat berjalan lebih baik dan sesuai tuntunan syariat.

“Alhamdulillah target peserta tercapai 60 orang. Ini menunjukkan semangat masyarakat dan pengurus masjid untuk terus belajar demi meningkatkan kualitas pelayanan kurban,” ujarnya.

Jangan Lewati: Cabul Intelektual

Acara dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor. Dalam sambutannya, Kiai Zuhdi menegaskan bahwa pelaksanaan kurban tidak cukup hanya bermodal keberanian menyembelih hewan, tetapi juga membutuhkan pemahaman fiqih, teknik penyembelihan, hingga etika pelayanan kepada masyarakat.

“Pelaksanaan kurban harus memenuhi aspek syariat, kesehatan, dan kemaslahatan umat. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan kurban yang aman dan halal,” tutur Kiai Zuhdi di hadapan peserta.

Kiai Zuhdi juga berharap para peserta nantinya mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing. Bahkan, PWNU DIY berencana membentuk komunitas jagal hewan kurban warga Nahdliyyin sebagai wadah penguatan kompetensi dan jaringan pelayanan umat.

“Kedepan kami ingin ada komunitas jagal hewan kurban warga Nahdliyyin di DIY. Harapannya, setiap masjid memiliki SDM yang siap, terampil, dan memahami standar penyembelihan halal,” tambahnya.

Jangan Lewati: Dugaan Pelecehan Dosen UIN Semarang ke Mahasiswi Betul-betul Mengusik Nurani

Apresiasi terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah DIY melalui Coach Wulan. Ia menilai pelatihan tersebut sejalan dengan upaya membangun budaya halal di tengah masyarakat.

“Kesadaran masyarakat terhadap halal lifestyle semakin meningkat. Kurban juga menjadi bagian penting dari ekosistem halal yang perlu dikelola secara profesional,” ungkapnya.

Sesi pelatihan semakin hidup ketika Dr. H. Nanung Danar Dono dari Halal Center Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada menyampaikan materi teknik penyembelihan hewan kurban. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, peserta diajak memahami teknik penanganan hewan, tata cara penyembelihan yang benar, hingga pentingnya higienitas dan keamanan pangan.

Tak sedikit peserta yang aktif bertanya mengenai praktik penyembelihan di lapangan. Diskusi hangat pun terjadi saat membahas standar halal dan kesejahteraan hewan.

“Jagal kurban saat ini harus memiliki pengetahuan yang lengkap. Tidak hanya soal menyembelih, tetapi juga memahami aspek kebersihan, kesejahteraan hewan, dan kualitas daging,” jelas Dr. Nanung.

Sementara itu, materi Fiqih Kurban disampaikan oleh Gus Ahid Yasien yang mengulas hukum kurban, syarat hewan, tata cara penyembelihan, hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat. Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta karena berkaitan langsung dengan praktik kurban di masjid dan lingkungan masing-masing.

Jangan Lewati: Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Distribusi Butuh Kolaborasi

Di sela kegiatan, salah satu peserta muda, Muhandis Difa’iy Aziz dari Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang dunia jagal hewan kurban yang selama ini jarang dipelajari secara mendalam.

“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami teknik penyembelihan dan fiqih kurban dengan lebih jelas. Semoga ilmu ini bisa diterapkan saat Idul Adha nanti,” katanya.

Melalui kegiatan ini, LTMNU DIY berharap lahir generasi jagal kurban yang profesional, memahami syariat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelatihan tersebut sekaligus menjadi langkah nyata PWNU DIY dalam membangun tata kelola kurban yang lebih modern, higienis, halal, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. [jml]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *