Sajak Rudiana Ade Ginanjar

Puisi Rudiana Ade Ginanjar
Puisi Rudiana Ade Ginanjar

Rahasia Budi Aku tahu waktu telah tertidur, seorang pengelana menetap di tanah terbuka bagai pasir.   Di sana engkau dengan selendang penari hari; sebuah kuil lembut kabut jangkar dari kapal yang merapat pelan.   Hanya napas lirih, suara angin terasa lebih dalam merengkuh kata ya.   Lalu rumah menemu isyarat hening. Dentang berbalik ke asal […]

Sajak-sajak Rudiana Ade Ginanjar
Sajak-sajak Rudiana Ade Ginanjar

Malam Upik Abu Menjelang tengah malam percakapan harus usai, atau semakin banyak kekeliruan menebak salam hormat niskala.   Engkau tidak mabuk larut—belum, sebuah tangan masih menyelinap antara gembira dan haru: mereka setia berjaga menunggu gadis berambut sebahu menurunkan sepasang sepatu kesunyian.   Saat yang teramat jarang. Bangku-bangku belum dikatup detik demi detik berlayar. Seorangkah itu, […]