Siswa SMAN 1 Jogja Guling-Guling Menahan Sakit setelah Santap Menu MBG

Jogja, Kabar1886 Dilihat

 

Siswa SMAN 1 Jogja Guling-Guling Menahan Sakit setelah Santap Menu MBG
Foto: Rizky Dwi (kanan), siswa kelas XII SMA Negeri 1 Yogyakarta.

ejogja.ID | Insiden keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Kota Yogyakarta, Kamis (16/10/2025), menyisakan satu kisah tak terlupakan bagi siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Cerita itu datang dari Rizky Dwi, siswa kelas XII, yang mengalami gejala keracunan paling parah di kelasnya. Penyebabnya? Dua potong ayam.

“Kebetulan saya pas di hari itu makan dua lauknya. Ayam. Dapat dari teman. Jadi ayamnya itu, saya makan dua,” ujarnya. Dikutip dari Tribun Jogja.

Jangan Lewati: Muda Berkarya, Muda Mendunia: Elvandi Ajak Mahasiswa IIQ An Nur Menembus Dunia Internasional

Ayam yang disantap Rizky bukan ayam goreng kering seperti biasa. Menurutnya, teksturnya mirip opor, tapi disiram saus barbeque. Tak ada rasa aneh, tak ada bau mencurigakan. Hanya aroma khas ompreng yang bercampur pisang, katanya:

“Kalau saya pas makan tuh enggak ada. Enggak ngerasa. Cuma kayak pas datang tuh kayak ya memang mungkin kayak bau omprengnya tuh kan ada pisangnya kan. Jadi kayak baunya campur pisang gitu.”

Namun, malam harinya sekitar pukul 18.30 WIB, perut Rizky mulai bergejolak. Awalnya ia mengira hanya maag biasa, tapi rasa sakitnya kian menjadi. Ia terpaksa berguling-guling menahan perut yang melilit, sementara keluarganya segera membawanya untuk mendapat perawatan medis.

Reaksi Sekolah dan Pemerintah

Menanggapi insiden ini, pihak sekolah melaporkan kejadian kepada Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Tim medis segera memeriksa siswa yang terdampak dan mengambil sampel makanan untuk dianalisis di laboratorium. Pemerintah Kota Yogyakarta menghentikan sementara distribusi MBG di sekolah-sekolah untuk memastikan keselamatan siswa.

Jangan Lewati: Mempertanyakan Sentimen Xpose Trans 7 Terhadap Subkultur Pesantren?

Dinas Kesehatan berencana mengevaluasi proses distribusi dan penyajian MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Sekolah juga berkomitmen meningkatkan pengawasan penyajian makanan, memastikan setiap hidangan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Kisah Rizky menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan makanan di lingkungan sekolah, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan dalam menghadapi situasi darurat yang tak terduga.

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *