Muda Berkarya, Muda Mendunia: Elvandi Ajak Mahasiswa IIQ An Nur Menembus Dunia Internasional

Bantul, Kabar876 Dilihat

 

Muda Berkarya, Muda Mendunia: Elvandi Ajak Mahasiswa IIQ An Nur Menembus Dunia Internasional
Foto: Muhammad Elvandi, Lc., M.A., Ph.D saat coaching mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta

ejogja.ID | Yogyakarta — Suasana Auditorium Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta tampak berbeda pada Rabu (15/10/2025) siang. Ratusan mahasiswa lintas semester dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Hadis (ILHA) memenuhi ruangan, menyimak kisah inspiratif dari seorang tokoh muda yang telah menjejakkan langkahnya di berbagai belahan dunia.

Jangan Lewati: Kelas Kosong

Ia adalah Muhammad Elvandi, Lc., M.A., Ph.D., sosok yang dijuluki banyak orang sebagai “penakluk dunia”. Dengan tutur yang hangat dan jenaka, Elvandi membagikan perjalanan hidupnya. Kisah dari Bandung menuju Kairo, Manchester, hingga Edinburgh.  Ini cerita inspiratif dalam kegiatan coaching bertajuk “Muda Berkarya, Muda Mendunia: Inspirasi dan Strategi Meraih Beasiswa Internasional serta Kiprah Global” yang digagas oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta.

Lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir) ini melanjutkan studi S-2 di University of Manchester (Inggris) dan kini tengah menempuh doktoral di University of Edinburgh (Inggris). Selain terkenal sebagai akademisi muda, Elvandi juga menguasai tiga bahasa asing — Arab, Inggris, dan Prancis — serta aktif mengembangkan berbagai lini bisnis di Indonesia dan Eropa. Ia mendirikan Elite Circle, sebuah ekosistem pengembangan generasi pemimpin menuju visi Indonesia Emas 2045.

Jangan Lewati: Mempertanyakan Sentimen Xpose Trans 7 Terhadap Subkultur Pesantren?

Dalam sesi motivasinya, Elvandi berbicara bukan sekadar tentang beasiswa, tetapi tentang visi besar membangun peradaban. Ia mengajak mahasiswa untuk menatap dunia dengan keberanian dan cita-cita besar.

“Saya sedih melihat belum ada ilmuwan Muslim Indonesia yang mendunia. Kita mengenal Syaikh Yusuf al-Qardhawi dari Mesir, Seyyed Hossein Nasr dari Iran, dan Mohamed Arkoun dari Aljazair. Tapi, mana ilmuwan Muslim dari Indonesia?” ujarnya di hadapan para peserta.

Bagi Elvandi, keterlambatan Indonesia menampilkan ilmuwan berpengaruh di kancah global bukanlah karena kekurangan potensi.

“Banyak orang Indonesia yang luar biasa. Hanya saja, mereka belum banyak yang berani hidup dan berjuang di luar negeri,” tambahnya.

Jangan Lewati: Kecam Tayangan Trans7, Gus Hilmy Tegas: Melukai Martabat Pesantren

Dengan gaya bertutur yang memotivasi, Elvandi kemudian membagikan strategi konkret meraih beasiswa internasional. Ia menekankan pentingnya niat yang kuat, semangat pantang menyerah, serta riset mendalam tentang beasiswa, kampus tujuan, dan calon pembimbing riset (prospective supervisor).

Elvandi bahkan berbagi kisah pribadi yang menggambarkan betapa perjuangan menuju kampus impian tak selalu mudah.

“Saya pernah mengirim lebih dari 150 proposal kepada profesor di berbagai universitas sebelum akhirnya diterima. Kuncinya adalah pantang menyerah,” ungkapnya disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sesi motivasi itu berakhir dengan pesan mendalam: agar para mahasiswa berani menembus batas, lalu kembali ke tanah air untuk membangun bangsa.

Jangan Lewati: Lomba Festival Pujian Jawa untuk Semarak Hari Santri Nasional 2025

“Bertarunglah dulu di luar. Setelah itu, pulanglah untuk mengabdi. Dunia membutuhkan kalian karena kalian menguasai al-Qur’an dan hadis. Oleh karenanya, pasang mindset sejak sekarang untuk bisa mengubah peradaban kita di masa depan,” tegasnya.

Pesan itu menutup acara dengan refleksi hangat — bahwa semangat muda dan ilmu keislaman yang mendalam bisa menjadi bekal untuk menembus dunia dan membawa nama Indonesia ke panggung peradaban global.

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *