MTs Nurul Ulum Bantul Raih Juara Kader Kesehatan Pondok Pesantren

Bantul, Kabar258 Dilihat
MTs Nurul Ulum Bantul Raih Juara Kader Kesehatan Pondok Pesantren
Foto: Para Juara Kader Kesehatan Pondok Pesantren Bantul.

ejogja.ID | Bantul – Tidak semua kemenangan dimulai dengan keyakinan. Sebagian justru berawal dari keraguan, rasa gugup, dan pertanyaan sederhana: “Apakah saya mampu?”

Jangan Lewati: Alienasi Digital

Pertanyaan itu pernah menghampiri Azkaa Khoirunnisa, murid kelas IX MTs Nurul Ulum Bantul, beberapa hari sebelum mengikuti Lomba Kader Kesehatan Remaja Pondok Pesantren Tingkat Kabupaten Bantul yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sebagai santri, Azkaa harus membagi waktu antara belajar di madrasah, menghafal Al-Qur’an, dan mengikuti berbagai kegiatan pondok. Pada saat yang sama, ia harus mempersiapkan diri menghadapi peserta terbaik dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Bantul.

Malam-malamnya tidak lagi hanya ia isi dengan hafalan dan tugas sekolah. Ia menambah waktu belajar tentang kesehatan remaja, kebersihan lingkungan pesantren, gizi, hingga keterampilan komunikasi sebagai kader kesehatan. Rasa lelah beberapa kali datang lebih dulu daripada rasa percaya diri. Namun, setiap kali ingin menyerah, ia mengingat bahwa kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.

Hari perlombaan pun tiba. Sejak pagi, suasana kompetisi sudah terasa. Di hadapannya, para peserta menunjukkan persiapan yang tidak kalah matang. Ketika panitia memanggil namanya, Azkaa menarik napas panjang. Rasa gugup masih menyelimuti, tetapi ia memilih melangkah.

Jangan Lewati: Al-Qur’an Menjadi Jalan: Kisah Inspiratif Alumni MTs Nurul Ulum Bantul Menembus Perguruan Tinggi Negeri

Ia menjawab pertanyaan demi pertanyaan, menyampaikan materi, dan menunjukkan kemampuan yang selama ini ia asah dalam diam. Proses panjang yang ia jalani akhirnya menemukan panggungnya.

Menjelang berakhirnya rangkaian lomba, panitia membacakan pengumuman pemenang.

“Juara III Lomba Kader Kesehatan Remaja Pondok Pesantren Tingkat Kabupaten Bantul diraih oleh Azkaa Khoirunnisa dari MTs Nurul Ulum Bantul.”

Nama itu menggema. Bagi Azkaa, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Prestasi itu juga membawa kebanggaan bagi madrasah dan pondok pesantren yang telah membentuknya.

“Awalnya saya benar-benar tidak yakin bisa mendapatkan juara. Saat melihat peserta dari pondok-pondok lain, saya sempat merasa minder. Tetapi saya mencoba mengingat semua proses latihan yang sudah saya jalani. Ketika nama saya disebut sebagai Juara III, rasanya seperti semua rasa lelah selama persiapan terbayar. Saya bersyukur dan ingin terus belajar agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi teman-teman di lingkungan pesantren,” ungkap Azkaa Khoirunnisa.

Jangan Lewati: Telusuri Jejak Al-Qur’an dalam Setengah Abad PP. An Nur Ngrukem Bantul

Kepala MTs Nurul Ulum Bantul, Dani Ismantoko, melihat kemenangan tersebut bukan sekadar perolehan piala. Menurutnya, proses persiapan telah membentuk keberanian dan karakter Azkaa.

“Prestasi Azkaa mengajarkan bahwa keberanian sering kali lahir bukan karena seseorang tidak takut, tetapi karena ia memilih melangkah meskipun sedang takut. Di MTs Nurul Ulum, kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kesehatan, dan kepemimpinan. Azkaa telah menunjukkan bahwa santri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat kabupaten dengan kerja keras, disiplin, dan doa,” ujar Dani Ismantoko.

Bagi MTs Nurul Ulum Bantul, kemenangan ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar peringkat. Kisah Azkaa menunjukkan bagaimana seorang santri belajar mengalahkan keraguannya sendiri melalui proses yang tekun.

Dari ruang kelas sederhana dan lingkungan pesantren yang penuh disiplin, madrasah terus menumbuhkan generasi muda yang siap memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Sebelum Fakta

Kadang, kemenangan memang tidak dimulai dari tepuk tangan. Kemenangan bermula dari langkah kecil yang berani seseorang ambil ketika tidak ada seorang pun yang benar-benar yakin. Azkaa Khoirunnisa membuktikan bahwa langkah kecil itu mampu mengantarkan seseorang menuju panggung prestasi. [d]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *