
ejogja.ID | Yogyakarta – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Wilayah Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PW LTMNU DIY) menggelar Rapat dan Koordinasi Rutin (Rakordasi) pada Sabtu (7/2) di Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengelolaan masjid-masjid NU di DIY sekaligus menyatukan langkah dalam menyemarakkan Ramadhan melalui berbagai program keagamaan dan sosial.
Jangan Lewati: Berpikir Jernih
Masjid Baitul Hikmah sendiri sebagai salah satu masjid percontohan PWNU DIY yang aktif dalam pengembangan manajemen kemasjidan serta penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Rakordasi dihadiri oleh jajaran pengurus LTMNU DIY, di antaranya KH. Basori Alwi, KH. Hasyim Turmudzi, Jamilludin, dan Suryana. Turut hadir pula para takmir masjid dari berbagai kabupaten/kota di DIY, seperti Sukardi dari Masjid Al-Huda Kulon Progo, Arif dari Masjid Jami’ Krapyak Lor Sleman, Jalaludin dari Masjid Safinatunnajah Gunungkidul, serta Muhammad Makrus dari Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor.
Dalam sambutannya, KH. Basori Alwi menekankan bahwa masjid memiliki peran yang sangat strategis, terlebih saat memasuki bulan Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.
Jangan Lewati: Hujan Mengada
“Rakordasi ini bukan hanya forum koordinasi program, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pengurus dan takmir masjid. Menjelang Ramadhan, peran masjid menjadi semakin penting sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan penguatan kepedulian sosial,” ujar Kiai Basori.
Ia menyampaikan bahwa LTMNU DIY menghimbau seluruh masjid NU di DIY untuk melakukan gerakan bersih-bersih masjid menjelang Ramadhan. Kebersihan dan kenyamanan masjid menjadi bagian penting dalam memuliakan tamu-tamu Allah yang akan memakmurkan masjid selama bulan suci.
Selain itu, LTMNU juga mendorong takmir untuk menyusun dan menghidupkan program-program Ramadhan yang variatif dan menyentuh seluruh lapisan jamaah. Program tersebut antara lain pengajian rutin, tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat bagi generasi muda, santunan bagi kaum dhuafa, buka puasa bersama, hingga penguatan kegiatan sosial berbasis masjid.
Jangan Lewati: Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan
“Ramadhan harus benar-benar terasa hidup di masjid. Bukan hanya ramai saat shalat tarawih, tetapi juga siang dan malam dengan kegiatan ibadah, ilmu, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Dalam rakordasi tersebut, LTMNU DIY juga mensosialisasikan sejumlah program strategis tahun 2026 yang akan semakin memperkuat tata kelola masjid NU. Program tersebut meliputi penerbitan buku saku manajemen masjid NU sebagai panduan praktis bagi takmir, pengembangan aplikasi pendataan masjid NU berbasis digital, serta pemberian apresiasi bagi masjid percontohan. Ini untuk pengelolaan dan pemberdayaan jamaah.
Program-program ini dapat mendukung kesiapan masjid dalam menyelenggarakan kegiatan Ramadhan secara lebih tertata, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat sekitar.
Pada sesi berikutnya, Muhammad Makrus memaparkan pengalaman Masjid Baitul Hikmah dalam mengelola kegiatan masjid secara terstruktur. Ia menjelaskan bahwa masjid memiliki agenda harian, mingguan, bulanan, tahunan, hingga kegiatan insidentil yang melibatkan jamaah dari berbagai kalangan.
Jangan Lewati: Lailatul Ijtima MWCNU Sewon, Kiai Junaedi: Mahabbah kepada Kara Muassis Nahdlatul Ulama
“Dengan agenda yang terencana, masjid bisa terus hidup sepanjang waktu. Jamaah merasa memiliki masjid karena selalu ada kegiatan yang bisa diikuti,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa salah satu agenda tahunan khas di Masjid Baitul Hikmah adalah kegiatan “1000 Apem”, sebuah tradisi yang memadukan nilai keagamaan dan budaya lokal. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menjadi daya tarik sekaligus mempererat kebersamaan jamaah, termasuk saat dikaitkan dengan momentum Ramadhan.
Sementara itu, Sekretaris LTMNU DIY Jamilludin menyampaikan bahwa selama Ramadhan mendatang, LTMNU DIY akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan PWNU DIY, seperti LDNU, Lesbumi, LAZISNU, dan Nahnu TV. Sinergi ini akan diarahkan untuk memperkaya konten dakwah, kegiatan sosial, serta publikasi kegiatan Ramadhan di masjid-masjid NU. “Dengan kolaborasi lintas lembaga, kita ingin Ramadhan di masjid NU tidak hanya semarak secara kegiatan, tetapi juga kuat dalam dakwah, budaya, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Jangan Lewati: Jadi Santri
Melalui rakordasi ini, LTMNU DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas takmir masjid NU di seluruh DIY. Menyambut Ramadhan 1447 H, masjid diharapkan benar-benar menjadi pusat cahaya umat—makmur ibadahnya, hidup kegiatannya, dan luas manfaatnya bagi masyarakat.
Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan


















