
ejogja.ID | Yogyakarta– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026. Program yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini untuk dosen tetap. Dosen perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek untuk melanjutkan studi doktor (S3) di dalam maupun luar negeri.
Jangan Lewati: Menyembuhkan Sang Penyembuh: Tenaga Kesehatan Kita Kehilangan Empati
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa program ini untuk mendukung peningkatan kualifikasi akademik dosen tanpa menghambat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Menurutnya, dosen yang sedang menempuh studi tetap dapat menjalankan tugas akademik dan memperoleh hak-hak profesinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, menjelaskan bahwa BPDDI merupakan instrumen strategis pemerintah untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi nasional.
Skema Beasiswa
BPDDI 2026 menyediakan tiga skema pendanaan, yaitu:
- Skema Reguler
- Untuk studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri yang ditetapkan Kemdiktisaintek.
- Masa pembiayaan maksimal delapan semester.
- Diperuntukkan bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa ongoing maksimal semester tiga pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.
- Skema Joint Degree/Dual Degree
- Untuk studi doktor melalui kerja sama perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri.
- Durasi program maksimal empat tahun dengan masa studi di luar negeri maksimal dua tahun sesuai perjanjian kerja sama.
- Skema Pendanaan Kemitraan (Co-funding)
- Skema baru yang melibatkan pendanaan bersama antara Kemdiktisaintek dan perguruan tinggi asal dosen.
- Perguruan tinggi yang berminat akan diberikan kesempatan mengajukan proposal kemitraan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Jangan Lewati: ISI Yogyakarta Tegaskan Peran Seni di Tengah Gempuran AI
Komponen Pembiayaan
BPDDI mencakup biaya pendidikan dan biaya pendukung, antara lain:
- Biaya pendaftaran dan SPP (tuition fee).
- Bantuan penelitian dan penyelesaian disertasi.
- Insentif publikasi jurnal internasional.
- Biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan.
- Dana hidup bulanan.
- Dana kedatangan (settlement allowance).
- Asuransi kesehatan bagi penerima beasiswa luar negeri.
- Dukungan tambahan bagi penyandang disabilitas, termasuk biaya pendamping.
Tahapan Seleksi
Seleksi BPDDI 2026 terdiri atas:
- Seleksi administrasi.
- Tes Bakat Skolastik (TBS) berbasis komputer.
- Seleksi substansi berupa wawancara yang menilai aspek akademik, visi studi, komitmen, dan rencana kontribusi peserta.
Tahun ini, TBS menjadi tahapan baru yang digunakan untuk mengukur potensi akademik dan kemampuan pemecahan masalah calon penerima beasiswa.
Persyaratan Umum
Calon pendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.
- Memiliki ijazah dan transkrip magister.
- Sehat jasmani serta bebas narkoba.
- Mendapat izin dari pimpinan perguruan tinggi asal.
- Tidak sedang menerima beasiswa sejenis.
- Tidak berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Untuk pendaftar mahasiswa baru maupun peserta program joint/dual degree, IPK magister minimal yang dipersyaratkan adalah 3,25.
Jadwal Pendaftaran
Jadwal Pelaksanaan Pendaftaran BPDDI 2026 sebagai berikut:
- Pendaftaran: 19 Juni–9 Juli 2026
- Seleksi administrasi: hingga 14 Juli 2026
- Tes Bakat Skolastik: 29–30 Juli 2026
- Tes susulan TBS: 1 Agustus 2026
- Seleksi substansi: 9–14 Agustus 2026
- Penetapan penerima beasiswa: 21 Agustus 2026
Jangan Lewati: Korban Kurban
Tips bagi Calon Pendaftar
Kemdiktisaintek mengimbau calon pendaftar telah memperbarui seluruh data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Terutama terkait status aktif, ikatan kerja, dan jabatan fungsional dosen. Selain itu, saat registrasi akun, pendaftar harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai username serta memastikan alamat email aktif untuk menerima informasi seleksi.
Informasi lengkap mengenai persyaratan, panduan, dan proses pendaftaran melalui portal resmi https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/.


















