Workshop PIAUD STAINU: Saat Guru PAUD Menyapa Dunia Digital dengan Kreativitas

Kabar, Nasional1018 Dilihat
Workshop PIAUD STAINU Saat Guru PAUD Menyapa Dunia Digital dengan Kreativitas
Foto: Peserta dan pemateri dalam worksho konten kreator Youtube di auditorium STAINU Purworejo

ejogja.ID – Di Auditorium STAINU Purworejo, Sabtu (30/8/2025), deretan guru PAUD, TK, hingga RA tampak antusias menyalami satu sama lain. Suasana hangat itu menyatukan alumni PIAUD STAINU Purworejo bersama tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan. Mereka datang bukan sekadar mengikuti acara rutin, melainkan larut dalam Workshop Pendampingan Menjadi Konten Kreator YouTube.

Jangan Lewati: Ruang Kelas Berganti Layar: Anak Jogja Belajar di Tengah Riuh Demo

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Purworejo sengaja menggelar kegiatan ini sebagai wujud komitmen membuka cakrawala baru: menjadikan guru PAUD tidak hanya pendidik di kelas, tetapi juga penggerak di ruang digital. Di mata para peserta, dunia digital bukan lagi sekadar hiburan, melainkan peluang segar untuk berbagi pengetahuan.

Salah satu yang paling ditunggu peserta adalah sesi dari Najanuddin, M.Pd.I, dosen PIAUD STAINU Purworejo yang juga Asesor BAN PAUD-PNF Jawa Tengah. Di hadapan para guru, ia tak sekadar memaparkan materi, melainkan mengingatkan tentang peran besar pendidik di era digital. Menurutnya, platform YouTube menjadi ruang luas bagi guru untuk menebar konten edukatif yang mencerahkan.

Jangan Lewati: Barracuda Brutal, Nyawa Ojol Affan Terpental

“Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dunia dalam jumlah pengguna YouTube, dan peringkat pertama dalam durasi menonton. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sangat aktif mengonsumsi konten digital. Maka, guru memiliki tanggung jawab untuk menyingkirkan kegelapan digital dengan konten yang mendidik dan menghibur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menjadi konten kreator bukan semata soal monetisasi, tetapi juga bentuk kontribusi edukatif yang dapat menjangkau masyarakat luas. Menurutnya, guru PAUD memiliki peluang besar untuk mengisi ruang digital dengan konten yang sesuai dengan kompetensi mereka. Salah satu contoh kanal inspiratif yang disebutkan adalah Laela Khanza, milik seorang guru PAUD, yang telah memiliki lebih dari 300 ribu subscriber.

Jangan Lewati: Bukan Ijazah Palsu, Nama Besar UGM Tercoreng Skandal Stem Cell Ilegal di Magelang

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami tahapan produksi konten edukatif, mulai dari menetapkan niat, riset kata kunci, hingga penyusunan naskah dan proses editing. Najanuddin menyarankan agar guru fokus pada satu kata kunci utama seperti “kisah islami” atau “sensori”, lalu mengembangkan puluhan hingga ratusan judul konten dari tema tersebut.

“Konten yang konsisten akan dibaca dengan baik oleh algoritma YouTube. Kita bisa mulai dari satu kata kunci, lalu kembangkan dengan bantuan tools seperti Chat GPT. Di STAINU, kami punya komunitas menulis yang mendukung proses ini,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa proses editing tidak harus menunggu peralatan canggih. Guru dapat memanfaatkan kamera ponsel dan aplikasi sederhana seperti CapCut atau Canva untuk membuat thumbnail dan menyusun video yang menarik. Evaluasi konten setelah 10 hari unggahan, dengan memperhatikan durasi tonton sebagai indikator keberhasilan.

Jangan Lewati: Maknyus! Profil 5 Kampus NU Terakreditasi Unggul BAN-PT

Bagi Najanuddin, menjadi konten kreator bukan soal jalan pintas menuju popularitas, apalagi kekayaan. Ia menyebutnya sebagai ikhtiar kecil yang bisa membuka kemandirian bagi guru PAUD, sekaligus jejak kontribusi di ruang digital. Dari layar YouTube, pesan pendidikan anak usia dini bisa menembus batas kelas dan kabupaten, menyapa siapa saja yang membutuhkan. [Fidia]

Pasang iklan di ejogja.ID, klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *