Tak Cukup Punya Loyalitas, Calon Kasatkorkel Banser Pleret Dibekali Ketahanan Mental dan Ekonomi

Bantul, Kabar279 Dilihat
Tak Cukup Punya Loyalitas, Calon Kasatkorkel Banser Pleret Dibekali Ketahanan Mental dan Ekonomi
Foto: Seminar Banser di SDNU Pemanahan, Bantul DIY

ejogja.ID | Bantul – Menjadi pemimpin Banser di tingkat kelurahan tak cukup bermodal loyalitas. Kader juga membutuhkan ketahanan mental, kecakapan memimpin, dan kemandirian ekonomi agar mampu menjalankan amanah organisasi.

Jangan Lewati: Al-Qur’an Menjadi Jalan: Kisah Inspiratif Alumni MTs Nurul Ulum Bantul Menembus Perguruan Tinggi Negeri

Kebutuhan itulah yang mengemuka dalam Seminar “Banser Berdaya” di Gedung SDNU Pemanahan, Bantul, Yogyakarta, 7 Agustus 2026. Banser Kapanewon Pleret menggelar seminar tersebut untuk memperkuat kapasitas kader yang bersiap mengikuti Fit and Proper Test Kasatkorkel Banser se-Kapanewon Pleret.

Seminar ini menjadi tindak lanjut Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII. Forum tersebut sekaligus memberi ruang bagi kader untuk mengasah kesiapan sebelum menerima tanggung jawab kepemimpinan di tingkat kelurahan.

Panitia mengusung tema “Banser Berdaya: Penguatan Psikososial, Ketahanan Ekonomi, dan Kepemimpinan untuk Mewujudkan Kader yang Tangguh dalam Pengabdian.”

Peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kepemimpinan. Mereka juga mendapat bekal tentang ketahanan psikososial, semangat pengabdian, kemandirian, dan pemberdayaan ekonomi kader.

Jangan Lewati: Sebelum Fakta

Ali Mustaqim, M.Pd.I. mengajak peserta memahami pentingnya kekuatan psikososial dalam menjaga semangat pengabdian. Ia menyampaikan materi “Penguatan Psikososial dan Kepemimpinan Banser dalam Menjaga Semangat Pengabdian.”

Sementara itu, Hasnanto, M.M. membawa peserta melihat kepemimpinan dari sisi ketahanan ekonomi. Ia menyampaikan materi “Membangun Ketahanan Ekonomi Kader Banser melalui Pemberdayaan dan Koperasi.”

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Fit and Proper Test Kasatkorkel Banser se-Kapanewon Pleret. Tahapan ini menguji kesiapan kader yang akan memimpin Banser di tingkat kelurahan.

Proses tersebut menilai sejumlah aspek penting. Penguji melihat integritas, loyalitas, kepemimpinan, pemahaman organisasi, serta kesiapan peserta menjalankan amanah.

Bagi Banser Kapanewon Pleret, kepemimpinan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggerakkan organisasi. Kader juga perlu memiliki kematangan psikososial dan kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi.

Seminar dan Fit and Proper Test itu menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan Banser. Dari proses tersebut, organisasi berharap lahir kader yang tangguh, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pengabdian.

Jangan Lewati: LTMNU DIY Luncurkan Buku Panduan, Web DAMANU, dan Workshop Crowdfunding

Regenerasi bukan hanya tentang mengganti pemimpin. Lebih jauh, proses itu menjadi cara organisasi menyiapkan barisan baru untuk menjaga soliditas, menyatukan langkah, dan merawat pengabdian dalam satu tujuan dan satu komando. [al]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *