Menjelang Ramadan, LKKNU Bantul Perkuat Fikih Puasa dan Literasi Santri di Ponpes Al-Hadi II

Bantul, Kabar682 Dilihat
Menjelang Ramadan, LKKNU Bantul Perkuat Fikih Puasa dan Literasi Santri di Ponpes Al-Hadi II
Foto: Kegitan Ngaji dan Sharing Skill Writing di Pondok Al-Hadi II

ejogja.ID | Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriyah, suasana di Pondok Pesantren Al-Hadi II, Kasihan, Bantul, terasa lebih hidup dari biasanya, Selasa (17/2). Para santri duduk melingkar dengan kitab dan catatan di tangan. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama Bantul menghadirkan dua bekal sekaligus: penguatan fikih puasa dan keterampilan menulis.

Jangan Lewati: Jadi Santri

Kegiatan bertajuk Ngaji Puasa & Sharing Skill Writing ini bukan sekadar agenda rutin menyambut bulan suci. Ia dirancang sebagai ruang perjumpaan antara penguatan spiritual dan pengembangan literasi—dua hal yang kerap berjalan sendiri-sendiri.

Pada sesi pertama, pembahasan fikih puasa mengalir sistematis: mulai dari syarat dan rukun, perkara yang membatalkan puasa, hingga amalan-amalan sunnah yang memperkaya ibadah Ramadan. Para santri diajak bukan hanya memahami hukum, tetapi juga menangkap ruh ibadah. Ini agar puasa tidak berhenti pada lapar dan dahaga, melainkan menjadi latihan kesadaran dan kedisiplinan.

Pengasuh pesantren, Gus Alfan Aliyafi, menyambut hangat kolaborasi tersebut. Baginya, sinergi antara pesantren dan lembaga sosial keagamaan menjadi langkah konkret memperluas cakrawala santri.

Jangan Lewati: Limpahan Cahaya

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman santri, khususnya dalam menyambut Ramadan,” tuturnya.

Sejak berdiri pada 2009, Ponpes Al-Hadi II berkomitmen memadukan tradisi pesantren. Seperti, ngaji kitab dan tahfidz Al-Qur’an. Ini dengan pembinaan karakter dan kompetensi. Integrasinya dengan lembaga pendidikan formal seperti MTs Al-Hadi menjadi upaya membangun pembelajaran yang komprehensif: kuat secara keilmuan, kokoh dalam akhlak.

Ketua LKKNU Bantul, Kiai Muhaimin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kerja 2026. Ia menyebut, penguatan materi keagamaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas generasi muda.

“Tahun ini kami siap bersinergi dengan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren di Bantul. Harapannya, santri tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Jangan Lewati: Berpikir Jernih

Memasuki sesi kedua, ruang belajar berubah menjadi ruang gagasan. Jamilludin, narasumber Sharing Skill Writing, mengajak santri melihat menulis sebagai bentuk dakwah di era digital. Menurutnya, literasi adalah jembatan agar ilmu tidak berhenti di ruang kelas atau bilik pesantren.

“Santri hari ini harus dibekali keterampilan menulis agar gagasan dan ilmunya bisa dipublikasikan. Semangat ngaji harus seiring dengan semangat menulis,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung hangat. Pertanyaan-pertanyaan mengalir, dari teknik memulai tulisan hingga cara menemukan sudut pandang yang kuat. Yasin, salah satu peserta, mengaku mendapatkan dorongan baru untuk mulai menulis dan membagikan pemikirannya.

Jangan Lewati: LTMNU DIY Perkuat Sinergi Masjid NU se-DIY dalam Rakordasi: Sambut Ramadhan 1447 H dengan Gerakan Bersih Masjid dan Syiar Keagamaan

Bagi LKKNU Bantul, momentum menjelang Ramadhan bukan hanya soal persiapan ibadah, tetapi juga kesempatan menata orientasi belajar. Dari ruang sederhana di Ponpes Al-Hadi II, harapan itu tumbuh: lahirnya generasi santri yang religius, literat, dan produktif. Ini tak hanya tekun berpuasa, tetapi juga mampu menyalakan cahaya ilmu lewat tulisan. [jml]

Mau ngiklan di ejogja.ID? Klik: Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *