Lewat Silver-Voice, Caregiver Diperkuat Bantu Lansia Suarakan Kisah Hidup

Kabar, Nasional556 Dilihat
Lewat Silver-Voice, Caregiver Diperkuat Bantu Lansia Suarakan Kisah Hidup
Foto: Tim PKM-PM bersama Lansia

ejogja.ID | Makassar — Program Silver-Voice mengajak lansia bercerita dan mengekspresikan diri melalui digital storytelling. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menggandeng Yayasan Batara Hati Mulia. Tim melibatkan lima lansia dan lima caregiver atau pendamping lansia.

Jangan Lewati: IBU CUANTIK LPDP UNS Bekali Kader Posyandu Kenanga Bikin Lilin Aromaterapi

Melalui program bertajuk Silver-Voice: Pemberdayaan Lansia di Yayasan Batara Hati Mulia melalui Digital Storytelling untuk Mengurangi Kesepian dan Memperkuat Ekspresi Diri, tim PKM meningkatkan keterampilan caregiver dalam mendampingi lansia.

Berbeda dari kegiatan yang hanya berfokus pada aktivitas lansia, Silver-Voice menjadikan penguatan kapasitas caregiver sebagai salah satu kunci utama program. Tim melatih caregiver menggali pengalaman hidup lansia, membangun komunikasi yang nyaman, memfasilitasi proses bercerita, hingga mendampingi lansia menghasilkan karya digital storytelling berbasis audio.

Ketua Tim PKM-PM, Firda Aulia Zahra, mengatakan program tersebut membekali caregiver dengan keterampilan untuk mendukung ekspresi diri lansia secara berkelanjutan.

“Fokus utama Silver-Voice adalah memperkuat kapasitas caregiver agar mampu membantu lansia mengekspresikan diri melalui cerita. Caregiver tidak hanya mendampingi lansia, tetapi dilatih untuk menggali pengalaman hidup, membangun suasana komunikasi yang nyaman, memfasilitasi proses bercerita, hingga mendampingi lansia menghasilkan digital storytelling. Harapannya, keterampilan tersebut dapat terus digunakan setelah program selesai sehingga lansia tetap memiliki ruang untuk didengar, berbagi pengalaman, dan berinteraksi secara bermakna,” ujar Firda.

Jangan Lewati: Bara Radikalisme

Tim menjalankan program melalui serangkaian kegiatan, mulai dari storytelling, pengenalan podcast, pendampingan, perekaman, pengolahan, hingga publikasi cerita. Tim juga memberi kesempatan kepada lansia untuk menentukan pengalaman dan kisah yang ingin mereka sampaikan.

Dalam proses tersebut, lansia bertindak sebagai story owner atau pemilik cerita. Sementara itu, caregiver menjadi fasilitator yang mendampingi lansia sejak menggali kenangan hingga menghasilkan karya digital.

Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan positif. Kelima lansia berhasil menyusun dan menyampaikan cerita. Mereka juga menunjukkan perubahan pada indikator ekspresi diri dan kesepian. Secara deskriptif, rata-rata skor kesepian turun dari 88 persen menjadi 38 persen. Sementara itu, skor ekspresi diri meningkat dari 34 persen menjadi 95 persen.

Tim juga memproduksi enam episode digital storytelling berbasis audio. Jumlah tersebut melampaui target awal yang hanya menetapkan minimal tiga episode.

Selama kegiatan, tim mengamati perubahan perilaku lansia. Mereka semakin terbuka saat bercerita, berani berkomunikasi, aktif berinteraksi sosial, dan merasa lebih nyaman menyampaikan pengalaman.

Para caregiver juga memperoleh pengalaman baru dalam menggali cerita dan mendampingi proses storytelling. Mereka turut belajar menggunakan perangkat perekaman, mengolah audio, serta memublikasikan karya digital.

Iryanti, SKM., S.Ft. Physio., M.Kes., dari Yayasan Batara Hati Mulia menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Silver-Voice memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi caregiver dan lansia.

Jangan Lewati: Gus Hilmy Dorong Keluarga Muda Anak Disabilitas Tulis Pengalaman untuk Kikis Stigma Sosial

“Kegiatan yang diberikan sangat seru dan bermanfaat bagi caregiver dan para lansia. Melalui kegiatan ini, caregiver dapat membantu para lansia mengekspresikan diri sehingga dapat berbagi cerita di media digital. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pemberian alat podcast yang dapat membantu dan mempermudah caregiver dalam melanjutkan program podcast ini secara mandiri. Semoga program yang telah dilaksanakan dapat terus memberikan manfaat bagi para lansia dan dapat dilanjutkan dengan baik ke depannya.”

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menyerahkan buku pedoman dan perangkat produksi kepada yayasan. Tim juga menyiapkan kanal publikasi digital melalui Instagram dan Spotify. Kedua kanal tersebut memungkinkan caregiver melanjutkan kegiatan secara mandiri.

Tim telah memublikasikan enam episode digital storytelling melalui kanal Spotify SilverVoice.PKM_PM. Melalui kanal tersebut, lansia dapat membagikan kisah dan pengalaman hidup kepada khalayak yang lebih luas.

Tim berharap yayasan mengembangkan program ini sebagai bagian dari kegiatan pembinaan sosial. Yayasan juga diharapkan memperluas manfaat program kepada lansia lainnya.

Melalui Silver-Voice, tim ingin mengubah pengalaman hidup lansia menjadi cerita yang didengar dan dihargai. Penguatan kapasitas caregiver diharapkan menjaga keberlangsungan ruang bagi lansia untuk bercerita, berinteraksi, dan mengekspresikan diri di lingkungan yayasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *