
ejogja.ID | Lampung Timur — Festival Bahasa dan Sastra 2026 hadir untuk mendorong regenerasi sastrawan di Provinsi Lampung, khususnya Lampung Timur. Festival ini mengangkat tema “Menjaras Bahasa, Merawat Sastra”.
Jangan Lewati: Alienasi Digital
Kegiatan tersebut membuka ruang pembinaan, apresiasi, dan kolaborasi bagi generasi muda yang menaruh minat pada sastra, terutama puisi.
Festival ini menargetkan lahirnya 30 penulis puisi terpilih melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur. Para peserta akan mengikuti riset, pelatihan intensif, dan pendampingan kreatif hingga menghasilkan karya yang siap terbit.
Rangkaian kegiatan diawali sayembara cipta puisi yang terbuka untuk umum. Panitia menerima karya peserta hingga Rabu, 26 Agustus 2026. Panitia kemudian mengumumkan peserta terpilih pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Sebanyak 30 peserta yang lolos seleksi akan mengikuti Residensi Sastra pada 31 Agustus hingga 3 September 2026. Setelah itu, mereka menjalani pendampingan karya pada 4 hingga 20 September 2026.
Jangan Lewati: Guru Seni Metro Belajar Musik Tradisi Lampung
Festival mencapai puncak pada 24 September 2026 melalui lokakarya bahasa dan sastra. Panitia juga menggelar pentas musikalisasi puisi dan meluncurkan antologi puisi.
Selain menjadi ruang pembelajaran, festival ini memberikan apresiasi kepada peserta. Panitia menyiapkan penghargaan untuk enam karya puisi terbaik dengan total hadiah Rp9.000.000.
Festival Bahasa dan Sastra 2026 diharapkan membuka ruang baru bagi penulis muda. Kegiatan ini juga mendorong penguatan ekosistem sastra Lampung Timur secara berkelanjutan. [bhr]














