Teater ESKA UIN Sunan Kalijaga Gelar Pentas Produksi XXXVII, Angkat Siklus Kebahagiaan

Event, Kabar, Nasional221 Dilihat
Teater ESKA UIN Sunan Kalijaga Gelar Pentas Produksi XXXVII, Angkat Siklus Kebahagiaan
Foto: Flyer Kincir Ria

ejogja.ID | Yogyakarta – Teater ESKA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan menggelar Pentas Produksi XXXVII pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pertunjukan berlangsung di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, mulai pukul 19.30 WIB.

Jangan Lewati: Bara Radikalisme

Pentas produksi kali ini mengusung tajuk Kincir Ria: Siklus Lupa & Gelak Tawa. Khuluqul Karim menyutradarai pertunjukan ini dan berkolaborasi dengan seniman muda lintas disiplin Teater ESKA dalam proses penciptaannya.

Khuluqul Karim, Rimbun Rahmadhani Emgiek, dan Wildan Dzul Haq menggarap narasi pertunjukan melalui pembacaan ulang Serat Kalatidha dan konsep Cakra Manggilingan. Mereka juga mengaitkan kedua gagasan tersebut dengan berbagai situasi dan kondisi kebahagiaan masyarakat Indonesia saat ini.

Gagasan tentang roda yang terus berputar menjadi cara mereka membaca kebahagiaan sebagai sebuah siklus. Dalam siklus tersebut, manusia tidak selalu bergerak menuju keadaan yang lebih baik. Terkadang, manusia hanya kembali ke tempat yang sama dengan cara berbeda.

Pertunjukan ini juga menawarkan alternatif interaksi di tengah kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer yang semakin absurd, jungkir balik, dan penuh kontradiksi. Para kreator merumuskan gagasan utama pertunjukan melalui tesis berikut:

“Kebahagiaan adalah hak segala bangsa. Hak mereka yang menang maupun yang kalah dalam sejarah. Hak mereka yang memiliki suara maupun yang selama ini dibungkam. Hak mereka yang hidup di istana maupun yang tidur di bawah jembatan. Hak mereka yang sedang tumbuh maupun mereka yang belum dilahirkan. Tidak seorang pun boleh dilahirkan hanya untuk menjadi korban dari kebahagiaan orang lain.”

Jangan Lewati: Pengembaraan Spiritual Menuju Cinta Sejati

Pimpinan produksi Nafis Alfa Dzikri berharap pertunjukan Kincir Ria: Siklus Lupa & Gelak Tawa dapat menjangkau beragam kalangan tanpa membeda-bedakan latar belakang penonton.

“Harapannya, pertunjukan ini dapat ditonton oleh beragam kalangan tanpa perlu pandang bulu, baik masyarakat umum, pelajar maupun mahasiswa, pemerhati sosial, lingkungan, budaya dan lain sebagainya. Anda semua diundang,” ujar Dzikri.

Dzikri juga menilai gagasan yang diusung pertunjukan ini relevan dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, isu kebahagiaan berkaitan langsung dengan hajat hidup bersama.

“Sampai bertemu di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Semoga kita dapat bersua dengan hati yang bungah,” pungkasnya. [ah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *