Kisah Lahirnya Kekuasaan dan Keyakinan: Kepentingan dan Imajinasi

Cerpen, Kabar, Literasi551 Dilihat
Kisah Lahirnya Kekuasaan dan Keyakinan: Kepentingan dan Imajinasi
Foto: Istimewa

Imam Nawawi bin ‘Athwi bin Jali

Agama produk peradaban paling muda. Sebuah penelitian arkeologis di tepi Danau Turkana Barat, Kenya, menemukan banyak perkakas batu yang diperkirakan berusia sekitar 3,3 juta tahun. Hal ini menjadikan artefak tersebut sebagai perkakas batu tertua yang pernah ditemukan. Perkakas adalah sistem peralatan atau teknologi, yang merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan: sistem pengetahuan, sistem sosial, sistem mata pencaharian, bahasa, agama dan kesenian. Perkakas pada dirinya mencerminkan sistem pengetahuan manusia di zamannya, mata pencaharian, juga dimensi artistik manusia. Setelah perkakas, unsur kebudayaan yang berusia lebih muda adalah bahasa, seperti Tablet Dispilio (54-51 SM), Tablet Kish (35-32 SM), dan Palet Narmer (31 SM).

Jangan Lewati: Kisah Lahirnya Kekuasaan dan Keyakinan: Agama Elite dan Agama Sipil

Unsur kebudayaan paling buncit tentunya agama. Kitab suci agama Hindu, Rigveda, baru disusun pada 19-12 SM; kitab suci agama Zoroaster, Avesta, pada 15-9 SM; kitab suci agama Yahudi, Tanakh, pada 12-2 SM; dan kitab suci agama Buddha, Tripitaka, pada 5 SM. Kehadiran teks-teks suci ini muncul belakangan dibandingkan sistem pengetahuan dan teknologi. Peradaban Lembah Indus di India, misalnya, sudah eksis sejak 33 SM hingga 13 SM, sebelum era Rigveda. Kekaisaran Elam di Persia sudah berjaya sejak 32 SM hingga 5 SM, sebelum era Avesta. Jadi, agama baru diyakini, ditulis, dan dilestarikan setelah manusia membangun peradabannya.

Walaupun paling buncit, agama tetaplah pilar utama kebudayaan dan peradaban. Rsi Wiyasa yang mengumpulkan, memilah dan menuliskan kitab suci Weda adalah saudara seibu Santanu dari ibu Setyawati. Santanu adalah Raja Hastinapura. Di kemudian hari, tiga raja Hastinapura Pandu, Dretarasta, dan Widura lahir karena berkah doa Rsi Wiyasa. Bahkan, Rsi Wiyasa juga sempat menjadi “pelaksana tugas (plt)” Raja di Kerajaan Hastinapura setelah kematian Santanu, menunggu Pandu dewasa karena Bisma enggan menjadi raja. Rsi Wiyasa adalah penulis kitab suci Weda sekaligus penguasa.

Jangan Lewati: Ibu Ekologi

Demikian pula dengan Zarathustra (628-551 SM). Sekalipun riwayat hidupnya tidak sejelas Rsi Wyasa, Zarathustra mampu melahirkan gagasan brilian. Nantinya, ajaran Zarathustra dijadikan agama resmi Kekaisaran Sassania (224-651 M). Agama Zoroastrianisme dari Zarathustra mengajarkan penyembahan kepada Ahura Mazda (Tuhan Yang Maha Bijaksana) sebagai Tuhan Tertinggi, yang memiliki fitur mirip agama monoteistik. Sekalipun ada sarjana yang menggolongkan Zoroastrianisme sebagai agama dualistik atau politeistik, tetapi ia jauh berbeda dari agama politeisme Kekaisaran Parthia (247 SM – 224 M). Kekaisaran Sassania tidak hanya menghancurkan Kekaisaran Parthia, tetapi juga menggantikan politeisme ala Parthia dengan Zoroastrianisme.

Politik dan kekuasaan berhutang budi sangat besar kepada agama (dan agamawan). Sistem nilai, moral, dan keyakinan dalam agama menjadi komoditas penting sebagai pembentuk identitas politik dan modal kekuasaan. Hubungan antara politik dan kekuasaan dengan agama dan agamawan selalu dibangun di atas kepentingan pragmatis. Para politisi dan penguasa ingin mendapatkan legitimasi agama. Sementara agamawan ingin membimbing dan mengarahkan penguasa ke jalan yang dinilai baik dan benar. Ketika kepentingan bersama tersebut hilang, maka hubungan keduanya bersifat konfrontatif.

Jangan Lewati: Jogja Berduka: Ustaz Muhammad Jazir ASP, Arsitek Peradaban Masjid, Telah Berpulang

Konfrontasi antara politik kekuasaan dan agama para agamawan terlihat jelas pada dua figur penting dalam sejarah, yaitu: Kaisar Romawi Konstantinus Agung (bertahta antara 306-337 M) dan Kaisar Romawi Flavius Claudius Julianus (bertahta antara 361-363 M). Konstantinus Agung adalah Kaisar Romawi pertama yang memeluk agama Kristen. Pengaruh agama Kristen terus menguat hingga masa pemerintahan Kaisar Konstantinus II alias Flavius Julius Constantinus (337-361 M.). Bahkan, Konstantinus II mengeluarkan Undang-Undang tahun 350 M yang melarang agama Paganisme dan menutup kuil-kuilnya. Namun, Konstantinus II berkonflik dengan Julianus. Era kekristenan berakhir pasca kematian Konstantinus II. Sementara Kaisar Julianus menolak keras Kekristenan. Ia mempromosikan Hellenisme Neoplatonic, agama filosofis dalam kebudayaan Yunani. Tujuan Kaisar Julianus tersebut adalah menegaskan identitas politik yang berbeda dari rivalnya, Konstantinus II. Julianus akhirnya dikenang sebagai Sang Murtad dalam tradisi Kristen.

Hubungan pragmatis antara agama dan kekuasaan menambah fakta baru bahwa peran agama pasang surut, sementara kepentingan politik kekuasaan atas agama lebih konstan. Fungsi agama dalam masyarakat bersifat sekunder, yang menempati urutan setelah sains dan teknologi, sistem sosial politik, sistem mata pencaharian, bahasa dan seni. Salah satu bukti bahwa produk kesenian lebih tua daripada agama adalah seni gua figuratif di Pulau Sulawesi, Indonesia, yang diperkirakan berusia 51,200 tahun dan pola-pola geometris di Gua Blombos, Afrika Selatan, yang berusia 100,000 tahun. Dengan demikian, manusia terlebih dahulu hidup bersosial, berpolitik dan berkesenian sebelum beragama.

Jangan Lewati: Jadi Santri

Karena agama lahir setelah peradaban, dan bagian dari peradaban, maka esensi agama adalah imajinasi. Definisi imajinasi bukan hanya khayalan, tetapi kemampuan daya pikir manusia untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, tulisan, ukiran, etc.) berdasarkan kenyataan atau pengalaman manusia. Penggambaran kenyataan dan pengalaman melalui tulisan, lukisan dan ukiran tersebut adalah substansi agama. Oleh karenanya, orang-orang suci (para Nabi, Rasul, Rsi) selalu berkarakter imajinatif, sehingga agama memiliki corak yang sulit dibedakan dari kesusastraan dan kesenian (seni lukis, seni rupa, etc.). (Bersambung)

Imam Nawawi bin ‘Athwi bin Jali, Dosen Sejarah Universitas Syeikh Nawawi Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *