Sinergi Ramadan untuk Jogja Berkelanjutan

Jogja, Kabar981 Dilihat

Sinergi Ramadan untuk Jogja Berkelanjutan, Pusat Info Pendidikan, Pusat Info Loker Jogja, bantul, sleman, gunungkidul, kulonprogo, pmb jogja

ejogja ID, Yogyakarta (11/02) Ramadan adalah bulan suci agama Islam di mana umat Muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bentuk pengendalian diri, pengorbanan, serta refleksi spiritual. Bulan ini dianggap sebagai waktu yang penuh berkah, kesempatan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama. Secara keseluruhan, Ramadan adalah waktu yang sangat dihormati dan diantisipasi oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai kesempatan untuk meningkatkan spiritualitas, ketaatan, dan kedekatan dengan Allah SWT serta memperkuat persaudaraan antar sesama manusia.

Ramadan memiliki dampak yang signifikan terhadap keamanan masyarakat di berbagai belahan dunia khususnya D.I Yogyakarta. Beberapa aspek yang terkait dengan keamanan selama bulan Ramadan antara lain peningkatan kewaspadaan, keamanan pemerintah. Dan, lembaga keamanan harus ditingkatkan karena potensi peningkatan aktivitas sosial, perayaan agama, dan kerumunan massal. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan seperti tindak kriminal, serangan teroris, dan kerusuhan. Dengan demikian, selama bulan Ramadan, upaya-upaya dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sambil juga, hal ini memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kedamaian dalam komunitas Muslim maupun di seluruh masyarakat.

Jangan Lewatkan: Penyuluh KUA Sedayu Ajak Pelajar di Sedayu Cegah Nikah Dini

Senada dengan narasi di atas, Bendahara Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia sekaligus koordinator AMUBA saudara Ahmad Tomi Wijaya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat. Seperti, pemuda, pelajar, mahasiswa dan seluruh stakeholder D.I Yogyakarta untuk turut serta mengambil peran dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat. “Yogyakarta hangat dengan tagline Kota Istimewa yang artinya kota yang menjadi impian sebagian masyarakat Indonesia untuk dihuni dan dikunjungi. Jangan sampai hanya karena stabilitas keamanan DIY menurun, tagline tersebut hanya tinggal nama”, Ujarnya.

Berkaca pada tahun sebelumnya, banyak tindakan kriminal dan kasus kekerasan terjadi akibat kurangnya edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan pelaku didominasi oleh pemuda dan pelajar. Ini membuktikan bahwa kenakalan remaja selama bulan Ramadan bisa menjadi masalah di beberapa komunitas. Meskipun, hal itu tidak dapat digeneralisir untuk semua remaja. Penting bagi pemerintahan khususnya Polda DIY bersama masyarakat dan keluarga untuk memberikan perhatian khusus pada remaja selama bulan Ramadan. Hal ini dengan memberikan dukungan, pengawasan, dan bimbingan yang diperlukan. Memfasilitasi kegiatan yang positif dan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjalankan ibadah dengan baik. Ini juga menjaga moralitas dapat membantu mengurangi kemungkinan kenakalan remaja selama bulan Ramadan.

Jangan Lewatkan: Harga Beras Melonjak, Senator DIY: Boleh Jadi Akibat Bansos yang Ugal-ugalan

Hal ini perlu kolaborasi yang baik antar seluruh elemen, inilah kiranya yang penting untuk disinergikan bersama. Pemerintahan bersama dengan jajaran Polda DIY harus merancang rangkaian kegiatan positif dengan menggandeng berbagai macam elemen seperti mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Perlunya bounding antar elemen tersebut sehingga kolaborasi dan sinergi dapat terjalin dengan baik dalam rangka mengisi bulan Ramadan maupun seterusnya. “Pemerintah harus mengikutsertakan elemen dalam berbagai kegiatan sehingga isu-isu dan permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik,” pungkas mahasiswa Jogja tersebut. (Haki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *