Sinergi Mahasiswa dan Pemuda Ciptakan Bantul Berkemajuan

Bantul, Kabar562 Dilihat
Sinergi Mahasiswa dan Pemuda Ciptakan Bantul Berkemajuan

ejogja.ID, Bantul –  Aliansi Mahasiswa untuk Bantul (AMUBA) bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sukses mengadakan kegiatan dialog dan seminar nasional dengan tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Bantul yang Sinergis dan Progresif” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bantul pada 8 Juni 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari beberapa OKP yang ada di Bantul seperti IPM, FONABA, PMII, IMM, dan beberapa BEM yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa untuk Bantul.

Acara berlangsung hidmah dan tertib, Saudara Ade Efan Suryanto selaku ketua panitia menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran para tamu undangan. Ia minta maaf jika penyambutan panitia kurang berkenan. Dalam kesempatan yang sama, Saudara Taufik Hidayat selaku ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama  (IPNU) kapanewon Sewon menyampaikan sambutannya “Dalam Al-Quran surah al-Hujurat ayat 13, mengajarkan bahwa dalam kehidupan yang beragam tentu diajarkan untuk dapat saling mengenal. Harapannya dengan adanya acara ini, dapat berbagai OKP  yang ada di bantul ini dengan paradigma yang berbeda-beda dalam satu cita-cita, membangun bantul yang bersinergi dan progresif”, ujar  Taufik.

Jangan Lewatkan: IPNU-IPPNU Kota Jogja Laksanakan Konfercab, Gus Hilmy Bicarakan Problem Sosial Hingga Tambang

Tidak hanya itu, Kordinator Umum AMUBA saudara Ahmad Tomi Wijaya turut serta membakar semangat pemuda dan tamu undangan dalam sambutannya.  “Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui acara ini, Gen Z turut serta menguatkan sendi-sendi bangsa Indonesia dari ancaman keroposnya paham nasionalisme. Karena, kemajuan teknologi informasi yang makin pesat. Gejolak ini harus mampu kita hadapi dengan kolaborasi dan sinergi antar seluruh lapisan masyarakat. Harapannya pemerintahan dapat melibatkan pemuda dalam seluruh kegiatan sehingga kita dapat mengawal bersama untuk Bantul yang berkemajuan. Tentunya kegiatan ini akan terus berlanjut. Kami dari AMUBA berkomitmen untuk merangkul masyarakat dan pemuda dalam mengawal terciptanya Bantul yang lebih progresif”, ujar pria yang akrab disapa Tomi.

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih. Ia menyampaikan pesan, melalui keynote Speech “Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus dikenl oleh bangsanya sendiri. Diwariskan dari waktu ke waktu. Dari generasi ke generasi. Sehingga, kelestarian dan kelanggengan Pancasila dapat terjaga serta diamalkan dalam berbangsa dan bernegara.  Tak terkecuali bagi masyarakat Bantul. Penanaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat khususnya generasi muda tentu harus terus ditingkatkan”, ujarnya.

Acara Dialog dan Seminar Nasional turut mendatangkan pemateri yang ahli di bidangnya. Merka adalah Bapak Widihasto Wasana Putra (Aktivis Gerakan Kebangsaan Yogyakarta), Bapak Nur Subiyantoro S.I.Kom (Wakil ketua DPRD Kabupaten Bantul) dan Saudara Abdullah Ariansyah (Founder Gen Z Institute).

Jangan Lewatkan: Obrolan Kelas Gardu Soal Masa Jabatan Kades

Diskusi berjalan dengan tertib, antusias peserta mendengarkan ketiga narasumber dengan seksama. Ketiga narasumber kompak menyampaikan bahwa peran pemuda sangat penting. Hal ini selalu ditunggu dari masa ke masa, tidak bisa dielakkan bahwa peran pemuda sudah sejak dulu menjadi garda terdepan dalam meperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia. Sejarah itu yang harus selalu diingat sebagai bentuk kita menjaga dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat ini, peran pemuda lebih banyak lagi, bagaimana pemuda memerangi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan bangsa Indonesia. Baik yang muncul dari dalam maupun luar bangsa Indonesia. Tugas itu memerlukan sinergi yang hebat antara pemuda dan masyarakat bahkan yang jauh lebih penting adalah pemuda dan pemerintahan. Pemuda sebagai agen of control harus secara objektif dalam mengawal kebijakan pemerintah, sehingga sudah pasti kiranya pemerintah dapat melibatkan pemuda dalam segala bentuk kegiatan. Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi Pilkada Damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *