Rutinan Sabtu Legi Pengajian dan Istighosah NU Ranting Desa Tanon

Rutinan Sabtu Legi: Pengajian dan Istighosah NU Ranting Desa Tanon

Rutinan Sabtu Legi Pengajian dan Istighosah NU Ranting Desa Tanon

Yogyakarta, ejogja.ID – Rutinan Sabtu Legi: Pengajian dan Istighosah NU Ranting Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Sabtu, 22 Juli 2023, pukul 19.00 WIB, Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Kediri turut ikut serta membantu kegiatan Rutinan Pengajian dan Istighosah Jam’iyah Lailatul Ijtima’ NU Ranting Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Acara tersebut dihadiri oleh muslimat, anggota jam’iyah, pengurus ranting, dan remaja muslim.

Jangan Skip: FoSSEI Yogyakarta Gelar Temu Ilmiah Regional Kelompok Studi Ekonomi Islam di UGM

“Acara tersebut rutin dilaksanakan sebulan sekali setiap hari Sabtu Legi bergantian di setiap dusun di Desa Tanon” ujar salah satu remaja muslim yang ikut hadir. Kegiatan rutinan pada hari tersebut bertempat di Balai Desa Tanon, tepatnya di Dusun Gropyok Desa Tanon. Kusnadi, selaku tuan rumah sekaligus Kepala Desa Tanon dalam sambutannya menuturkan, “Dalam acara Rutinan Pengajian dan Istighosah yang dilaksanakan pada hari ini mudah-mudahan dalam acara tersebut yang intinya kita meminta dan memohon kepada Yang Maha Kuasa apa yang menjadi kerumitan hati dan pikiran kita semua mudah-mudahan ini semua bisa diuraikan dan diijabah oleh Allah SWT. Diharapkan kedepannya nanti acara ini akan bisa berkembang dan lebih baik lagi.”

Istighosah pada acara tersebut dipimpin oleh Ustadz Fuad. Dilanjutkan dengan beberapa pengumuman seputar hari Asyura yang bertepatan pada tanggal 10 Muharram, hari Jumat Kliwon dan disunnahkan untuk melakukan puasa Asyura. Hal demikian juga bisa dilakukan pada hari sebelumnya yakni pada tanggal 9 Muharram yang jatuh pada hari Kamis disunahkan untuk melakukan puasa Tasyu’a.

Tonton Juga: PBNU: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD ’45

“Dalam salah satu kitab syekh, ustadz dari Jampes yang berjudul Sirojul Tolibin yang di dalamnya terdapat pembahasan tentang bulan Asyuro. Dalam kitab tersebut menyebutkan bahwa seorang syekh bernama Aljurdani memiliki pendapat dengan cara menggali dari beberapa ulama terkait amalan apa saja yang bisa diamalkan pada hari Asyuro. Ada dua belas amalan, yakni yang pertama melakukan sholat tasbih. Kedua, dianjurkan melakukan puasa sunah Asyuro. Ketiga, dianjurkan memperbanyak sedekah. Keempat, dianjurkan menambah jatah nafkah untuk keluarga. Kelima, dianjurkan mandi Suro. Keenam, dianjurkan sowan atau berkunjung kerumah kyai. Ketujuh, dianjurkan menjenguk jika ada kerabat yang sakit. Kedelapan, dianjurkan mengusap kepala anak yatim. Kesembilan, dianjurkan memakai celak mata yang dipercaya dalam kurun waktu satu tahun tidak akan terkena penyakit mata. Kesepuluh, dianjurkan memotong kuku. Kesebelas, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas seribu kali. Dan yang terakhir adalah dianjurkan untuk bersilaturahmi,” papar Hanafi selaku tokoh agama yang hadir.

Penulis: Afiya | Editor: Cindi


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *