Membentuk Karakter Anak

Membentuk Karakter Anak

Membentuk Karakter Anak

Jamilludin, S.Sos.I

Memiliki anak meruapakan anugerah yang besar dari Allah SWT, juga terdapat amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik saat di dunia hingga nanti di akhirat. Tentunya memiliki anak yang soleh dan berkarakter positif menjadi dambaan setiap orang tua. Upaya membentuk anak dilakukan oleh para orang tua mulai dari mengasuh dan membesarkan dengan kasih sayang hingga menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke pondok pesantren dengan harapan anak akan memiliki ilmu dan kepribadian yang baik.

KH. Bahauddin Nursalim yang disapa Gus Baha, mendidik karakter anak merupakan hal yang utama. Oleh karenanya, karakter anak perlu ditanamkan sejak dini dengan menanamkan ketauhidan yakni anak terbiasa menjalankan shalat dengan tertib, bahkan hingga hal yang mungkin dipandang ringan yakni terbiasa melafalkan kalimah thayyibah seperti Laa Ilaha Illallah hal tersebut menjadi keberhasilan orang tua dalam menanamkan karakter yang baik.

Jangan Skip: Kelompok LGBT Mau Kumpul di Indonesia, Senator Indonesia: Tutup Semua Akses dan Perizinan

Keberhasilan menanamkan ketauhidan pada anak dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, QS. Az-Zukhruf ayat 28 “Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu”.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan ketahuilah cara mendidik anak termasuk masalah yang paling penting dan paling urgen. Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hati mereka suci, mutiara berharga, bersih dari segala ‘ukiran’ dan rupa. Hati anak-anak menerima setiap ‘ukiran’ dan cenderung pada ajaran yang diberikan kepada mereka. Artinya apabila diibaratkan orang tua sebagai pengukir, maka bagus tidaknya hasil karya ukiran tergantung kemampuan yang membuatnya. Maka, karakter anak yang baik terwujud salahsatunya karena hadirnya sosok orang tua yang mampu mengarahkan anaknya menjadi baik.

Tonton Juga: Manakib Tongkat Syaikhona Cholil Plus Lirik Puisi D Zawawi Imron di Resepsi Puncak 1 Abad NU Jatim

Imam Al-Ghazali menyarankan dua model pendekatan dalam mendidik anak sehingga apa yang diharapkan orang tua akan berdampak positif bagi anak. Imam Al-Ghazali menyarankan orang tua untuk membiasakan atau memberikan contoh perbuatan baik dalam keseharian anak. Pembiasaan hal baik yang dilakukan oleh orangtua tentunya akan terekam dan menjadi kebiasaan baik pada anak. Maka setidaknya ada dua model pendekatan dalam mendidik anak sangat penting. Pertama, pembiasaan kebaikan dalam hidup keseharian akan membekas dalam jiwa anak. Kedua, penanaman nilai-nilai kebaikan juga tidak kalah pentingnya untuk memberikan standar kebaikan dalam jiwa anak.

Jamilludin, S.Sos.I, Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Sewon Bantu Daerah Istimewa Yogyakarta.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *