MC Menguasai Diri, Pasti Menguasai Audiensi

Jogja2619 Dilihat

MC Menguasi Diri, Pasti Menguasi Audiensi 1

Yogyakarta, ejogja.id – Keberadaan MC dan protokol sangat dibutuhkan pada berbagai kegiatan seperti acara resmi, penerimaan tamu, sarasehan, seminar, pengajian, gathering, dan lain sebagainya. Sebab itu, diadakan pelatihan Master of Ceremony (MC) untuk meningkatkan kualitas pembawa acara di lingkungan Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yoggyakarta.

Pelatihan ini disambut dan dibuka oleh Dr. KH. Hilmy Muhammad. MA anggota DPD RI Yogyakarta. Semua elemen NU Yogyakarta, khususnya banom banyak yang ikut acara tersebut. “InsyaAllah acara seperti ini akan dilaksanakan juga di cabang NU yang ada di DIY”, sambutnya. Menurut Gus Hilmy sapaan akrbanya, “MC membawakan dirinya yang sangat menarik. MC harus menguasai tema acara yang akan dipandu. Bahkan, MC yang mampu menguasai dirinya, pasti menguasai audiensi”, ungkapnya.

Untuk menambah pemahaman cara pandang peserta, “Imam Ghazali selain dikenal ahli tasawuf, ia juga punya kitab ilmu al-musiqah yang membahas tentang musik”, sambut Dr. KH Zuhdi Muhdlor, M.Hum ketua PWNNU Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembukaan pelatihan MC yang dilaksanakan di gedung DPD RI Yogyakarta pada Sabtu, 4 Maret 2023. Ini menunjukkan, bahwa peserta juga punya ilmu yang luas.

Jangan Lewatkan Juga: Kampus Ikut Andil dalam Pemilu 2024, Bukti Tridarma Perguruan Tinggi

MC Menguasi Diri, Pasti Menguasi Audiensi 2MC adalah menghidupkan suasana. Ini salah satu tugas MC yang disampaikan oleh Kak Amalia Mihtachul Chasanah sebagai pamteri yang macan tutul: manis cantik keturunan Batul. “Kontak mata baik dengan tamu maupun dengan audiensi perlu dilakukan dalam suatu acara”, trik Kak Amel sapaan populernya. “MC dimulai dengan 4S. Silent, see, smile and speak”, tambahnya yang disambut dengan tawa lepas di ruangan pelatihan.

MC Menguasi Diri, Pasti Menguasi Audiensi 3“Meyakikan audiens dalam acara yang dipandu” kelekar Cak Coy pemateri pelatihan MC non formal. Miftahul Khoir yang punya sapaan asyik Cak Coy dengan nama publik Ki Miko Cak Coy Pathoknegoro. Sebagai MC, ada yang beberapa hal yang harus dihindari di antaranya “terlalu banyak huruf EEE, kata apa namanya”, tambahnya sambil dicontohkan dengan sambutan guya-guyu peserta full senyum.

Nikmati Juga: Ciri Pendidik dan Penuntut Ilmu yang Berkualitas | Filsafat Pendidikan KH Hasyim Asy’ari #3

Unsur peserta yang ikut pelatihan MC adalah PWNU DIY, PW. GP Ansor DIY, PW. Muslimat NU DIY, PW. Fatayat NU DIY, PW. IPNU DIY, dan PW. IPPNU DIY juga dari cabang NU Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo dan Jogja Jogja. Selain itu, ada perwakilan dari perguruan tinggi tradisi NU, yaitu institut Ilmu Al Qur’an An Nur (IIQ) An Nur Yogyakrta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yoggyakarta. Acara tersebut dimulai dari jam 09.00 sampai dengan 15.00 WIB.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi jawaban, bahwa MC adalah tolok ukur pertama kesuksesan sebuah acara bisa berlangsung lancar dan sesuai dengan etika yang berlaku”, harapan Jamiludin, Sos sebagati ketua panitia pelatihan MC. (MR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *