Kesucian Keluarga

Esai76 Dilihat

Kesucian Keluarga

Kesucian Keluarga #4

Dwi Harmoyo

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yasin: 36).

Segala kesucian berasal dari Allah Yang Maha Suci. Dia pula yang telah menetapkan tempat-tempat suci, kitab-kitab suci, termasuk bulan-bulan suci, bahkan manusia-manusia suci. Kesucian itu syarat dengan kewibawaan dan kesakralan padanya. Kesucian itu juga akan tetap suci dan mensucikan siapa saja yang ingin mensucikan diri dengannya.

Di antara tempat-tempat suci di bumi ini, Ka’bah adalah rumah paling suci. Di antara kitab-kitab suci, Al-Qur’an adalah “hudalinnas wabayyinati minal Huda wal furqaan” . Dalam dua belas bulan, Ramadan adalah bulan paling suci. Dan diantara manusia-manusia suci, Rasulullah Muhammad SAW adalah khatamul ambiya’ walmursaliin penyempurna risalah para nabi dan rasul. Dan kita bisa mensucikan diri dengan mengambil dari kesucian-kesucian di atas.

Baca Juga: Ayat-ayat Cinta Suami Istri

Demikian juga kesucian keluarga yang diikat oleh mitsaqan ghalidzan perjanjian yang kokoh dalam ikatan pernikahan. Ikatan itu juga syarat dengan kewibawaan dan kesakralan serta akan melahirkan kesucian-kesucian di dalamnya. Kita wajib menjaga kehormatan, kewibawaan, kesakralan, dan kesuciannya.”Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.” (QS. An-Nisa’: 21).

Hal ini menunjukkan bahwa entitas sosial paling suci dan paling kuat ikatannya adalah keluarga. Di sana ada istilah jawa “pagar ayu” yang haram dilanggar atau dirusak oleh siapapun, dan barangsiapa merusaknya berarti ia merusak kehidupan. Ingatlah bahwa kehancuran rumah tangga merupakan misi besar iblis laknatullah. Ramadhan bersama keluarga menjadi salah satu momen memperkokoh ikatan suci ini. Karena hanya diri-diri fitri yang bisa bersenyawa dengan kesucian, dan sekali lagi Ramadhan adalah bulan mensucikan diri, jalan menuju fitri.

Nikmati Juga: Nasehat Mbah Mus Hal  Ihwal Ramadan

“Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari).

Dwi Harmoyo, Dosen IIQ An Nur Yogyakarta sekaligus pendiri Pesantren Terbuka Dustur Hayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *