Arti dan Jenis Zikir

Esai, Literasi1369 Dilihat

KH. Heri Kuswanto

Arti Zikir

Menurut Khalilurrahman Al Mahfani 

– Arti zikir secara etimologis

dzakara (ذَكَرَ) – yadzkuru (يَذْكُرُ) – dzikran (ذِكْرًا) memiliki arti mengingat dan menyebut.

– Arti zikir secara istilah

proses komunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT agar selalu mengingat dan tunduk pada perintah-Nya.

– Caranya dengan melafalkan takbir, tahmid, tasbih, memanjatkan doa, membaca Al Quran, dan lain-lain.

– Yang dapat dilakukan tanpa mengenal tempat dan waktu, baik sendiri maupun bersama-sama dengan aturan yang ditentukan.

Jangan Lewatkan Baca Juga:

Jenis Zikir

1) Zikir Jali

– mengingat Allah SWT dalam ucapan  yang mengandung arti pujian, rasa syukur dan doa kepada Allah SWT yang lebih menampakkan suara yang jelas untuk menuntun gerak hati.

– Mula-mula zikir ini diucapkan secara lisan,  untuk mendorong agar hatinya hadir menyertai ucapannya.

2) Zikir Khafi

– Zikir  khusyuk oleh ingatan hati, baik dengan zikir lisan ataupun tidak.

– Orang yang sudah mampu melakukan zikir seperti ini merasa dalam hatinya senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT.

– Ketika melihat suatu benda, bukan melihat benda itu,  menyadari adanya khalik yang menciptakan benda tersebut.

Zikir Hakiki

–  Zikir seluruh jiwa raga, lahiriah dan batiniah, kapan dan di mana saja, dengan memperketat upaya memelihara seluruh jiwa raga dari larangan Allah SWT dan mengerjakan apa yang Allah perintahkan.

– Untuk mencapai tingkatan zikir hakiki, latihan dari zikir jali dan zikir khafi.

 

KH. Heri Kuswanto, Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo, A’wan Syuriah PWNU DIY sekaligus dosen IIQ An Nur Yogyakarta.