Adab Bertamu dan Menerima Tamu yang Bikin Masuk Surga

KH. Heri Kuswanto

Adab bertamu dan menerima tamu yang bikin masuk surga, bisa cermati uraian singkat tentang tata cara bertamu dan menerima tamu yang diajarkan oleh Rasulullah yang paling perhatian itu.

Adab Bertamu

1) HR Ad-Dailami

.إِذَا دَخَلَ الضَّيْفُ عَلَى الْقَوْمِ دَخَلَ بِرِزْقِهِ وَإِذَاخَرَجَ خَرَجَ بِمَغْفِرَةِ ذُنُوْبِهِمْ

Ketika tamu datang pada suatu kaum

– Maka ia datang dengan membawa rezekinya.

– Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka.

2) Muhammad bin Ahmad bin Salim as-Safarini dalam Ghida’ al-Albab Syarh Mandzumah al-Adab

وَأَمَّا آدَابُ الضَّيْفِ فَهُوَ أَنْ يُبَادِرَ إلَى مُوَافَقَةِ الْمُضِيفِ فِي أُمُورٍ : مِنْهَا أَكْلُ الطَّعَامِ ، وَلَا يَعْتَذِرُ بِشِبَعٍ ، وَأَنْ لَا يَسْأَلَ صَاحِبَ الْمَنْزِلِ عَنْ شَيْءٍ مِنْ دَارِهِ سِوَى الْقِبْلَةِ وَمَوْضِعِ قَضَاءِ الْحَاجَةِ . وَلَا يَتَطَلَّعُ إلَى نَاحِيَةِ الْحَرِيمِ ، وَلَا يُخَالِفُ إذَا أَجْلَسَهُ فِي مَكَان وَأَكْرَمَهُ بِهِ . وَلَا يَمْتَنِعُ مِنْ غَسْلِ يَدَيْهِ ، وَإِذَا رَأَى صَاحِبَ الْمَنْزِلِ قَدْ تَحَرَّكَ بِحَرَكَةٍ فَلَا يَمْنَعُهُ مِنْهَا

Adab bertamu adalah sesegera mungkin beradaptasi dengan tuan rumah dalam beberapa hal. Antara lain:

(1) menyantap makanan (yang dihidangkan), tak perlu beralasan sudah kenyang,

(2) tidak bertanya pada tuan rumah tentang sesuatu di rumahnya kecuali arah kiblat dan toilet,

(3) tidak mengintip ke arah tempat wanita,

(4) tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan,

(5) membasuh kedua tangan (ketika hendak makan dengan tangan),

(6) ketika melihat tuan rumah bergerak untuk melakukan sesuatu, jangan mencegahnya.

Jangan Lewatkan Baca Juga:

3) Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal

.ومن آداب الضيف أن لا يخرج إلا بإذن صاحب المنزل وأن لا يجلس في مقابلة حجرة النساء وسترتهن وأن لا يكثر النظر إلى الموضع الذي يخرج منه الطعام

Sebagian adab dalam bertamu adalah

– tak beranjak keluar kecuali atas seizin tuan rumah,

– tidak duduk di hadapan ruangan perempuan,

– tidak banyak memandangi ruangan tempat keluar makanan

4) jika hendak menginap

HR. Bukhari Muslim

.وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُحْرِجَهُ

Jamuan hak tamu berjangka waktu tiga hari.

– Lebih dari itu, jamuan adalah sebuah sedekah.

– Tidak boleh bagi tamu untuk menginap di suatu rumah hingga ia menyusahkannya

Adab Menerima Tamu

1) HR Muslim

.مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia memuliakan tamunya.

2) Ahmad bin Salim as-Safarini dalam Ghida’ al-Albab Syarh Mandzumah al-Adab

مِنْ آدَابِ الْمُضِيفِ أَنْ يَخْدُمَ أَضْيَافَهُ وَيُظْهِرَ لَهُمْ الْغِنَى، وَالْبَسْطَ بِوَجْهِهِ، فَقَدْ قِيلَ: الْبَشَاشَةُ خَيْرٌ مِنْ الْقِرَى – وَمِنْ آدَابِ الْمُضِيفِ أَيْضًا أَنْ يُحَدِّثَهُمْ بِمَا تَمِيلُ إلَيْهِ أَنْفُسُهُمْ، وَلَا يَنَامَ قَبْلَهُمْ، وَلَا يَشْكُوَ الزَّمَانَ بِحُضُورِهِمْ، وَيَبَشُّ عِنْدَ قُدُومِهِمْ، وَيَتَأَلَّمُ عِنْدَ وَدَاعِهِمْ، وَأَنْ لَا يَتَحَدَّثَ بِمَا يُرَوِّعُهُمْ بِهِ، بَلْ لَا يَغْضَبُ عَلَى أَحَدٍ بِحَضْرَتِهِمْ لِيُدْخِلَ السُّرُورَ عَلَى قُلُوبِهِمْ بِكُلِّ مَا أَمْكَنَ . وَعَلَيْهِ أَيْضًا أَنْ يَأْمُرَ بِحِفْظِ نِعَالِ أَضْيَافِهِ، وَيَتَفَقَّدَ غِلْمَانَهُمْ بِمَا يَكْفِيهِمْ، وَأَنْ لَا يَنْتَظِرَ مَنْ يَحْضُرُ مِنْ عَشِيرَتِهِ إذَا قَدَّمَ الطَّعَامَ إلَى أَضْيَافِهِ

Sebagian adab penerima tamu :

(1) melayani para tamu (dengan menyediakan jamuan),

(2) menampakkan kondisi serba cukup,

(3) menunjukkan wajah gembira—ada pepatah mengatakan, ‘Menunjukkan wajah riang gembira lebih baik dari memberi suguhan (tanpa disertai wajah yang gembira)

(4) mengajak ngobrol para tamu dengan hal-hal yang mereka sukai,

(5) tidak tidur terlebih dahulu sebelum mereka pergi atau beristirahat,

(6) tidak mengeluh tentang waktu dengan kehadiran mereka,

(7) menampakkan wajah berseri-seri ketika para tamu datang,

(8) merasa sedih saat mereka pergi,

(9) tidak bercakap tentang sesuatu yang  membaut mereka takut,

(10) tidak marah kepada siapa pun selama mereka bertamu agar sebisa mungkin tetap tertanam suasana bahagia di hati mereka.

(11) hendaknya memerintahkan kepada para tamu agar menjaga sandal mereka,

(12) memberi sesuatu (oleh-oleh) kepada anak-anak kecil dari para tamu,

(13) tidak menunggu orang yang akan datang ketika ia masih menyuguhi jamuan kepada para tamunya”.

Baca Juga: Padamu Aku Lebur
Ada Tamu, Tutup Pintu?

HR. Bukhari

1) Rumah yang di dalamnya turun rahmat dan berbagai keberkahan dari langit.

.قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا أراد الله بقوم خيراً أهدى لهم هدية.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika Allah menginginkan kebaikan terhadap satu kaum, maka Allah akan memberikan hadiah kepada mereka.”

– Para sahabat bertanya, “Hadiah apakah itu,  ya Rasulallah ?”

 .قال : الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت

Rasulullah SAW bersabda:Tamu akan menyebabkan turunnya rezeki untuk pemilik rumah dan  menghapus dosa-dosa penghuni rumah

2) Seorang perempuan mengeluhkan suaminya pada Rasulullah SAW

– Suaminya selalu undang orang untuk datang ke rumahnya

– Dijamunya sehingga sebabkan sang istri  repot kelelahan.

3)  Rasulullah SAW tidak jawab

– beberapa waktu ,Rasulullah SAW  ke rumahnya,  SAW berkata ke suami itu “aku tamu di rumahmu hari ini.”

– sang suami bahagia dan mengabari istrinya bahwa tamunya Rasulullah SAW.

– istri segera memasak makanan lezat.

4) Ketika Rasulullah SAW akan pulang

.قال للزوج عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه

Rasulullah SAW berkata kepada sang suami, “Ketika aku akan keluar nanti dari rumahmu, panggil istrimu dan perintahkan dia untuk melihat ke pintu tempat aku keluar.”

– Maka sang istri melihat Rasulullah SAW keluar dari rumahnya diikuti oleh binatang-binatang melata, seperti kalajengking dan berbagai binatang yang berbahaya lainnya di belakang Rasulullah SAW.

Baca Juga: PMB IIQ An Nur Jogja 2022-2023

5) Terkejut sang istri dengan yang dilihat:

.فقال لها رسول الله هكذا دائما عندما يخرج الضيوف من بيتكِ يخرج كل البلاء والضرر والدواب من منزلكِ

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Seperti itulah yang terjadi setiap kali tamu keluar dari rumahmu, maka keluar pulalah segala bala, bahaya dan segala binatang yang membahayakan dari rumahmu.

– Maka inilah hikmah memuliakan tamu dan tidak berkeluh kesah karena kedatangannya.

– Rumah yang banyak dikunjungi tamu adalah rumah yang dicintai Allah.

.وقال صلى الله عليه وسلم : كل بيت لا يدخل فيه الضيف لا تدخله الملائكة

– Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang tidak dimasuki tamu (tidak ada tamu), maka Malaikat Rahmat tidak akan masuk ke dalamnya.”

 .وقال صلى الله عليه وسلم: ” الضيف دليل الجنة

– Rasul Saw bersabda: “Tamu adalah penunjuk jalan menuju surga”.

 

Foto Profil KH Heri Kuswanto Lintang SongoKH. Heri Kuswanto, Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo, A’wan Syuriah PWNU DIY sekaligus dosen IIQ An Nur Yogyakarta.

ejogja

Pusat Info Pendidikan

One thought on “Adab Bertamu dan Menerima Tamu yang Bikin Masuk Surga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

004938