Ada yang Boleh Tidak Puasa?

KH. Heri Kuswanto

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Kasyifatu Saja.

يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي

Enam orang  ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan.

Jangan Lewatkan Baca Juga: Suntik Saat Puasa, Batal Tidak?
1)  Musafir

– Menurut mazhab Syafi’i, musafir ialah seorang berpergian dengan menempuh jarak perjalanan kurang lebih 90 km.

– Dalam  Ibanatul Ahkam syarh Bulughul Marom menurut sebagian besar ulama selama perjalanan orang tersebut tidak berencana untuk menetap selama empat hari.

واختلفوا في مدة الإقامة التي تقطع حكم السفر فعند الجمهور نية إقامة أربعة أيام

– Para ulama berbeda pendapat dalam masa iqamah (menetap) yang dapat memutuskan hukum safar. Menurut sebagian besar ulama yaitu berniat menetap empat hari.

2)  Orang sakit

Para ulama mengatakan:

العبرة بالحقائق لا بالأوهام

Yang menjadi patokan adalah hakikat, bukan sangkaan.

( suatu penyakit akan menjadi uzur untuk tidak berpuasa apabila sakit itu memang terbukti ada dan memberatkan untuk melakukan puasa, bukan sekedar sangkaan yang dibuat-buat, karena sekedar sangkaan tidaklah teranggap).

3) Orang jompo

– Tua yang tak berdaya

– Orang lanjut usia adalah orang yang sudah berusia di atas 40 tahun yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa sekiranya tatkala berpuasa maka ia akan mengalami tekanan fisik yang

  1. Amat berat (masyaqqah syadidah)
  2. Tidak dapat ditanggung menurut standar umumnya masyarakat (la tuhtamalu adatan).
4) Wanita hamil

– Sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat [kendati wanita ini berjimak dengan selain manusia tetapi ma’shum).

5) Orang yang tercekik haus

–  Menurut Az-Zayadi, sebuah kesulitan yang membolehkan orang bertayamum

– Menurut Ar-Romli, serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang tingkat laparnya tidak terperikan-,

6)  Wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela

– Kendati menyusui bukan anak Adam,

– Misalnya hewan peliharaan

Keterangan:

Sebagian dari enam orang tersebut:

– Harus menggantinya di luar Ramadhan.

– Islam tidak memaksakan mereka yang tidak mampu berpuasa.

 

KH. Heri Kuswanto, Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo, A’wan Syuriah PWNU DIY sekaligus dosen IIQ An Nur Yogyakarta.

ejogja

Pusat Info Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

006289