Proses Vaksinasi Hingga Mutu Pendidikan, TNI Turun Tangan

Yogya, ejogja.id – Proses vaksinasi mutu pendidikan, TNI turun tangan. 14 Siswa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan selesai melaksanakan tugas membantu pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dalam rangka percepatan vaksinasi di Kota Yogyakarta dan kembali ke Lembaga Pendidikan Sepa PK TNI, Magelang.

Hal tersebut diungkap oleh Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Erwin Ekagita Yuana saat mengambil apel pemberangkatan Siswa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan di lapangan Apel Makodim 0734/Kota Yogyakarta, Jumat(15/10/2021).

Dalam pengarahannya Dandim 0734/Kota Yogyakarta menyampaikan terimakasih atas dedikasi dan pengabdian para Siswa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan selama membantu Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka percepatan vaksinasi di Kota Yogyakarta.

“Kami atas nama Kodim 0734/Kota Yogyakarta mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi kalian selama di Kota Yogyakarta. Khususnya, dalam hal percepatan vaksinasi di kota Yogyakarta. Semoga apa yang diperbuat bisa diterima oleh Tuhan YME dan menjadi semangat pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ucap Dandim.

Dandim berpesan kepada Siswa Pa PK TNI Khusus nakes, bahwa apa yang dilakukan selama 2 bulan di Kota Yogyakarta adalah untuk masyarakat. Hal tersebut dalam rangka bertahan dimasa Pandemi Covid-19 dan diharapkan menjadi pengalaman berharga sebagai bekal nantinya dalam berdinas dilingkungan TNI

Danramil 11/Kraton yang di wakili Babinsa Panembahan Serka Dandun mengikuti acara penjelasan program sekolah bersama komite sekolah. Ini dihadiri oleh anggota Komite bertempat di ruang AVA SMPN 16 Yogyakarta. Dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah komite sekolah sangat dibutuhkan saran maupun pendapatnya dalam partisipasi memajukan sekolah.

Jangan Lewatkan 50 SMP Kulon Progo Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kepala sekolah SMPN 16 Yogyakarta Sujiana, S.Pd menuturkan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas)  SMPN 16 Yogyakarta  saat ini baru 30 % dan mulai 18 Oktober baru di uji coba menjadi 50% kapasitas murid.

“Pembelajaran secara Daring melalui media online saat ini dapat mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi. Namun, di sisi lain juga tidak bisa dalam pengawasan langsung dalam pembentukan karakter siswa pada saat proses belajar mengajar,” pungkasnya. (Bigul)

ejogja

Pusat Info Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

004938