Museum Vredeburg Pusat Informasi dan Pendidikan Karakter

Yogya, ejogja.id – Belajar tidak hanya di dalam sekolah formal. Ada banyak tempat-tempat yang menyediakan sumber pendidikan yang juga penting dikunjungi dan belajar di dalamnya. Salah satunya adalah museum. Museum merupakan sejarah yang pernah ada dan nyata, juga menjadi perekat persatuan dan dapat menumbuhkan nasionalisme. Hal ini penting bagi semua kalangan di tengah minusnya sikap cinta kepada tanah air akhir-akhir ini. Museum Vredeburg menjadi pusat informasi dan pendidikan karakter.

Pentingnya museum khususnya bagi generasi muda adalah untuk memupuk identitas bangsa dan jati dirinya. Oleh karena itu, generasi muda harus diberi pengertian tentang fungsi museum yang tidak sekadar menyimpan benda-benda sejarah. Melainkan sebagai tempat untuk menuntun dan sebagai momentum untuk lebih mencintai perjuangan yang pernah dilakukan oleh leluhurnya.

Museum  Benteng Vredeburg Yogyakarta misalnya. Cagar budaya yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini bersebelahan dengan Plaza Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949. Museum Benteng Vredeburg merupakan bangunan bersejarah yang mempunyai nilai historis dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di masa lalu.

Salah satu edukator museum Benteng Vredeburg, Gunawan menyatakan bahwa di dalam museum ini telah dilakukan berbagai penataan dan pengembangan tata ruang. Dengan tujuan agar dapat berfungsi sebagai pusat informasi, inspirasi, dan semangat perjuangan bagi bangsa Indonesia tetap tumbuh dan menguat di dalam semua dada generasi bangsa.

“Museum benteng Vredeburg menyajikan berbagai jenis koleksi, namun diutamakan pada dua hal, pertama tampak dari luar berupa benteng kedua tampak dari dalam berupa diorama-diorama  peristiwa perjuangan bangsa Indonesia ketika terjadi di Yogyakarta,” ungkapnya.

Menurut Gunaan, Museum Beteng Vredeburg juga dilengkapi  koleksi benda-benda sejarah , foto-foto, lukisan, dan diorama perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Semua arsip tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan unsur sejarah perjuangan dan pendidikan moral kepada generasi muda.

Dengan harapan dapat menyadarkan generasi muda bahwa museum tidak hanya sebagai bangunan kosong yang sebetas bernilai sejarah. Tetapi juga mengandung informasi penting yang sifatnya mendidik. Setidaknya untuk tetap melahirkan generasi muda yang bermental baja dan berkarakter Indonesia.

“Museum bukan hanya sekedar bangunan kuno yg menyimpan benda sejarah, namun benar-benar menginspirasi, memotivasi sekaligus menggelorakan semangat berjuang mengisi kemerdekaan sesuai kekinian,” tandasnya. (Bigul)

ejogja

Pusat Info Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

004940