Memahami Apa Itu Guru dan Pendidikan?

Anma Rivalda Ma’sum

Ketika pendidikan disebut itu takkan lepas dari sebuah kata pengajaran dan pengajaran akan membuat otak kita secara otomatis akan merangkai kata guru. Guru memiliki makna luas dan tak terbatas. Apapun yang menjadi sumber pengajaran bagi kita layak untuk disebut sebagai guru, apapun itu. Guru dan pendidikan tak akan pernah terlepas satu sama lain. Dua kata yang sangat berkaitan yang memiliki efek yang luar biasa bagi kehidupan sehari hari. Guru yang kita kenal saat ini adalah para tenaga pendidik atau pengajar yang biasa berada di ruang kelas dan mengajar beberapa murid, mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas sampai pada Perguruan Tinggi. Para pendidik di sana sering kita jumpai dan di antara mereka tidak memiliki perbedaan yang menonjol sesuai dengan cara mengajar pada tingkat pendidikan di ruang pengabdiannya.

Baca Juga: Sisi Lain Kebanyakan Rebahan

Memang benar bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Suatu peristiwa yang pernah kita lakukan, sebuah kejadian yang telah kita alami, dan di sana kita dapat merenungkan sebuah keadaan. Sebauh keadaan yang membuat kita berpikir apa yang telah kita lakukan adalah seuatu kesalahan atau kebaikan sehingga kita dapat memilah apa yang harus kita lakukan di kemudian waktu. Sebuah pengajaran akan kita dapat jika kita dapat mengerti apa yang terjadi sehingga kita dapat membuat sebuah keputusan berdasarkan apa yang pernah kita alami, sehingga kita tidak akan jatuh pada lubang yang sama.

Di antara berbagai pendidikan formal tersebut, di Indonesia juga terdapat salah satu lembaga pendidikan berbasis islami, yaitu Pondok Pesantren. Jika ditelisik dalam konteks sejarah pendidikan Indonesia, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tertua di Negara Indonesia yang sampai saat ini masih eksis dan terus berkembang. Dengan pengasuh yang biasa disebut sebagai Kyai dan Nyai, dan para pengajar yang disebut sebagai ustadz dan ustadzah. Hanya berbeda panggilan semata, namun mereka tetaplah guru yang membantu kita untuk memahami sebuah ilmu pengetahuan baru.

Jangan Lewatkan Baca Juga: Dikelilingi Malaikat saat Berdzikir, Bahkah Lebih Baik dari Jihad

Lalu, apakah setiap orang yang membantu memberi sebuah pemahaman dapat disebut sebagai guru? Lalu mengapa ada pelajaran atau bahkan jurusan sendiri utnuk menjadi seorang guru? Hakikatnya siapapun yang dapat membantu memberi sebuah pemahaman ilmu dapat langsung kita sebut sebagai guru, siapapun dan apapun itu, tak peduli rentang usia dan apa yang telah diajarkannya, sekecil apapun itu. Namun dengan adanya pelajaran khusus untuk menjadi seorang guru, seseorang sangat harus memahami bagaimana seharusnya menjadi seorang guru yang baik. Akan lebih bertanggung jawab akan apa yang disampaikannya. Juga menjadi sebuah jalan untuk memahami makna dari guru itu sendiri.

Adapun salah satu hadist Nabi Saw yang menegaskan bahwa beliau juga adalah seorang guru: “Dari Abdullah bin Amru, ia mengatakan bahwa suatu hari Rasulullah Saw masuk ke dalam masjid. Di masjid terdapat dua kelompok sahabat yang sedang berkumpul. Kelompok pertama sedang membaca Al-Qur’an dan berdoa, sementara kelompok kedua sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. Melihat pemandangan indah tersebut Rasulullah Saw bersabda: “Mereka semua berada dalam kebaikan. Kelompok pertama membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah, jika Allah berkehendak Dia akan memberi (apa yang diminta) mereka. Sementara kelompok yang kedua belajar mengajar. Dan sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru”. Kemudian Rasulullah SAW duduk dan bergabung bersama kelompok yang kedua.” (H.R. Ibnu Majjah).

Ini Dia Quotes Pendidikan yang Paling Menggetarkan Jiwa

Maka dari itu, pendidikan yang kita terima dari seorang guru sangatlah berarti hingga kita dapat mengetahui makna mengapa guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Apa yang mereka telah berikan kepada kita, baik ilmu, waktu, dan perhatian tak kan mampu kita kembalikan dengan impas. Maka patutlah kita sebagai seorang murid atau santri untuk dapat menghormati dan menghargai sosok seorang guru. Karena. keridaan seorang guru juga memiliki andil sangat besar bagaimana membentuk masa depan kita. Perlunya kesadaran diri untuk tidak pernah lagi meremehkan guru bagaimanapun keadaannya, sebab kita tidak dapat berbuat apa-apa di dunia ini tanpa bimbingannya.

 

Anma Rivalda Ma’sum, Mahasiswi Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta

ejogja

Pusat Info Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

006289