Menuju Pintu Keberuntungan

K. Kuswaidi Syafiíe

Kita hidup di dunia dirantai oleh kewajiban-kewajiban yang berasal dari Dzat Yang Mahaagung. Allah Ta`ala mewajibkan manusia untuk bersembah sujud di hadapan-Nya. Sejumlah kewajiban amal baik itu adalah untuk mendapatkan keuntungan yang berupa surga. Kewajiban tersebut sebuah kepastian, kita mau masuk surga. Dari sini, kita memahami bahwa kewajiban Agama itu murni untuk keberuntungan kita semata.

Kita harus bisa memahami siapa kita siapa Allah Ta`ala. Dialah Dzat yang bersungguh-sungguh untuk memberikan ketentraman dan kebahagiaan pada kita. Dari itu ada jaminan, Nabi bersabda: ”Kullu ummati yadkhuluna al-jannata illa man aba” (seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau masuk). Pasti, selama orang masih reseptif pada ajaran-ajaran Allah, maka dipastikan orang tersebut masuk surga. Apa ada yang tidak mau? Banyak sekali. Yaitu, tidak mau tunduk pada Allah Ta`ala. Dari itu, rintangan manusia adalah dirinya sendiri. Yang menghalangi kita untuk tenang dan bahagia  bukan orang lain malainkan diri kita sendiri, nafsu kelam kita. Penghalang yang paling akut adalah diri kita. Kalau penghalang yang di dalam diri kita bisa teratasi maka kita mudah mengatasi rintangan yang dari luar diri kita.

Kenapa Allah mewajbkan manusia tunduk kepada-Nya?

Dipahami, hal ini semata-mata untuk keberuntungan manusia itu sendiri. Tidak ada perbuatan makhluk yang membuat Allah bergembira. Ini dipertegas dengan Laa tanfa`ahu tha`atuhum  (ketaatan mereka tidak bermanfaat apa-apa pada-Nya). Allah tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari sembah sujud kita. Juga, kemaksiatan tidak bermudarat bagi Allah. Dari sini,  kita paham bahwa Allah sangat bagus, sangat baik, dan sangat welas kasih. Banyak hal yang dilakukan oleh Allah Ta’ala untuk keberuntungan kita, di antaranya: menurunkan rasul, nabi, menjadikan ulama sebagai wakil para nabi-nabi, menurunkan kitab-kitab suci, menjadikan orang cerdas agamis yang bisa paham kitab suci sehingga menjadi pembimbing umat.

Itu semua dikerahkan oleh Allah untuk menunjukan betapa Allah Ta`ala sangat welas kasih pada kita. Dari saking besar kasih sayang-Nya,  seakan-akan Alllah sebagai khadim bagi manusia. Kemudian diungkapkan “Sayyidul qaumi khadimuhum”. Maka dalam hidup ini, semakin banyak manusia melayani maka semakin mulia. Kenapa Nabi menjadi makhluk yang paling mulia karena Nabi sangat banyak melayani makhluk, paling banyak memberikan bimbingan, paling banyak memberikan kasih sayang pada umat. Karena itu, kalau kita masih sering berpikir tentang diri sendiri berarti belum berpikir untuk kemuliaan yang lebih luas di hadapan-Nya.

Baca Juga: Peran Para Wali

Allah Mahatahu tentang kita yang sangat kecil volume kita untuk melakukan kebaikan. Kalau tidak diwajibkan maka sudah dari awal amal itu ditinggalkan. Yang jelas diwajibkan masih  banyak ditinggalkan apalagi tidak diwajibkan. Semisal, salat dikatakan tidak wajib maka banyak yang meninggalkannya. Karena kecilnya volume semangat itu, maka Allah menggiring manusia dengan rantai-rantai kewajiban. Penggiringan ini yang akan mengantarkan manusia pada kemaslahan manusia itu sendiri.

Kalau kita mengkaji diri kita sendiri atau orang lain betapa sering manusia dikalahkna oleh nafsu buruknya sendiri. Buktinya, mau diperbaiki masih berbelit-belit atau tidak mau diajak untuk menjadi baik, berarti kalah dengan nafsunya sendiri. Jika demikian kuat nafsu buruk sehingga merasa sulit untuk menjadi orang baik di hadapan Allah  maka orang tersebut seakan-akan menyepelekan atau mengganggap ketakberdayaan kekuasaan Allah Ta`ala. Jadi, kalau kita menemukan diri kita bebal untuk menjadi orang baik, tidak lantas kemudian yakin sulit juga bagi Allah untuk merubah hal tersebut menjadi yang baik. Hal ini tidak boleh. Maka pemahamannya, seburuk apapun kita, kita tetap menyakini bahwa Allah sangat mudah untuk merubah keburukan menjadi yang baik. Allah Ta`ala sangat berkuasa dan sangat mudah untuk merubah pada kebaikan.

Kewajiban yang dari Allah Ta`ala adalah semata-mata untuk membuka pintu keberuntungan bagi umat manusia itu sendiri. Dan, sangat mudah bagi-Nya untuk merubah keburukan yang dialami manusia menjadi kebaikan yang akan membawanya pada hamparan kebahagiaan. Maka, rasa Allahlah yang harus selalu diasah demi tergapainya ketentraman jiwa. Marilah langkahkan kaki keilahian!

Pintu untuk menjadi baik dengan demikian sangat terbuka. Memang diri ini dikuasi oleh kuburukan tapi tidak sulit bagi dirimu untuk merubah diri menjadi yang baik. Padahal jelas, Allah itu Mahakuasa pada segala sesuatu. Di antara segala sesuatu itu adalah nafsu dan lalai, Allah Mahakuasa untuk merubah itu semua. Jadi, pengharapan selebar-lebarnya. Nah paham seperti ini perlu adanya penerapan,  selalu berkomunikasi denggan Allah. Ya Allah saya sekarang jatuh cinta pada ini, itu, benada, dan lain-lain. Bukankah mudah bagiMu untuk menjadi semata-mata terfokus padaMu ya Allah… Ingin rasanya menjadi mulia sebagaimna yang telah diangkat derajatnyya, tapi berat rasanya untuk mengikuti seperti mereka. Tapi walau demikian saya tidak memandang remeh kekuasanMu ya Allah. untuk menjadikan diriku yang lebih mulia.

Perlu, setiap saat perlu berkamonikasi dengan Allah, ini perlu dirasakan setiap saat. Allah sengaja menciptakan komunikasi tertentu, seperti salat biar merasakan adanya komunikasi dari kedua belah pihak antara diri kita dengan diri Allah. Mengurusi sesuau dipastikan hubungan dengan Allah. Makan, minum, tidur, dan lain-lain selalu berhubungan dengan Allah.

Jadi, sangat mudah bagi Allah untuk membebaskan diri kita dari syahwat kita yang buruk dan lalai. Oleh sebab itu, kita musti senantiasa melangkahkan kaki rohani menuju pintu Allah ta`ala dengan merasa kehinaan kita dan rasa butuh pada Allah. Kita menghadap dengan perasaan tidak memiliki apa-apa kecuali kekurangan. Dengan diri yang rusak yang hina di hadapan Allah taála. Kita selau berharap menjadi yang benar di hadapan Allah. Maka, semoga Allah memudahkan sesuatu yang dianggap sulit oleh kita.

 

Penyair, juga pengasuh PP. Maulana Rumi Sewon Bantul D.I Yogyakarta

ejogja

Pusat Info Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Visitors Today

004937