Memaknai Hidup Bersama Masyarakat

Apunk MR

Manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya, tidak mungkin hidup sendirian, kebersamaan adalah harga mati. Dalam hal ini, santri juga berperan di tengah-tengah masyarakat. Warga madrasah dan masyarakat sosial sama-sama membantu untuk meningkatkan kehidupan yang labih fresh.

Para santri dapat berguna untuk mengatasi masalah-masalah dan memberikan solusi bagi masyarakat. Materi-materi yang telah diajarkan diharapkan betul-betul berguna bagi masyarakat. Santri banyak mempelajari teori keilmuan, baik yang berhubungan dengan teoritis ataupun praktisi di lapangan masyarakat sosial.

Timbal balik dari itu, masyarakat juga bisa merasakan dampak positif, yaitu terbantu dengan keberadaan. Di sini, warga madrasah dan masyarakat sosial dapat memaknai kehidupan lebih baik. Namun naif, bila santri tidak mau bermasyarakat karena telah dimanjakan oleh teknologi yang membuat hidup serba instan. Padahal tidak ada yang instan. Sebab MEY instanpun masih perlu dimasak untuk disantap. Ini menunjukkan perubahan teknologi tidak seiring dengan kesiapan mental jiwa untuk memaknai hidup. Bila hal tersebut yang terus berlanjut, maka akan jadi apa hidup ini? Phil Cooke sebagai penulis, pembicara, dan ahli media sosial, berhasil menghargai hidupnya dengan kreativitas yang berkualitas. Hal itu tercermin dalam bukunya, yang berjudul JOLT! Ia menyajikan ide-ide cerdas tentang bagaimana menerima perubahan dalam cara yang nyata dan ampuh. Ide-ide brilian itu merupakan guncangan dahsyat yang akan mengubah hidup pada yang lebih bermakna.

Siapapun mengakui, bahwa hidup pada dewasa ini penuh corak dunia maya. Hape banyak memberikan candu pada realita kehidupan, begitu juga Facebook, Twitter dan semacamnya. Namun apakah dengan perubahan dunia seperti ini kita juga hidup mengikuti life-style tanpa filter nilai hidup. Banyak hal yang menfaktori pergeseran nilai kehidupan ini. Tiada paradigma yang membawa pada penghargaan hidup yang beranggapan bahwa hidup adalah sekali dan harus digunakan untuk huru-hara.

Mental

Dampak kebobrokan mental adalah menghalalkan segala cara untuk memenuhi kehidupan yang main-main. Di antaranya, korupsi, nyuri, nyopet, nyolong, nyamun, dan sejenisnya. Faktor berikutnya, terhipnotis oleh glamor dunia maya semata, gonta-ganti pasangan, tiru-tari westernisasi, atau memenuhi nafsu duniawi.

Ide-ide brilian Cook bisa menjadi obat untuk men-solving problematika hidup. Muatan dahsyat terkandung di dalamnya. Pernyataannya, “Anda dapat mengatasi banyak rintangan, selama Anda tahu tujuan Anda” (Phil Cooke, 2011). Selanjtunya, bagaimana santri bisa menjalani hidup bersama masyarakat, menggunakan waktu, memaknai kenyataan sejati, dan bagaimana berevolusi mulai sekarang. Sehingga santri mampu membawa kontribusi positif bagi masyarakat umum. memang tidak bisa dipungkiri, hidup ini tidak akan terlepas dari rintangan. Di masyarakatlah kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan ada suka dan duka. Dalam hal ini, Cooke mengajak publik untuk menghadapi problematika dengan penuh kecakapan dan jiwa tenang serta memperluas cita-cita dan mencerahkan makna hidup.

Setelah mencermati kehidupan, maka ada yang harus diprioritaskan. Seandainya tiada yang diunggulkan maka hidup amat sulit rasanya untuk menghargai realitas hidup ini. Kemudian, santri mengendalikan pilihannya dan menemukan kunci untuk menggapainya. Di sini juga, dibutuhkan pemikiran yang selektif agar bisa menciptakan terobosan jitu untuk berlaku bijak pada diri sendiri atau lainnya dan menguatkan nilai cinta pada keabadian hidup.

Telandan

Contoh yang sangat konkret adalah Nabi Muhammad yang begitu menghargai hidup dengan banyak berlaku arif, memupuk potensi permai, sehingga ia dinobatkan sebagai makhluk paling sempurna (khairu al-khuluqi) oleh Tuhan. Hal positif apa saja bisa membantu potensi santri untuk memberlakukan hidup ini bersama masyarakat. Kecapan sosial wajib mengakar di jiwa santri. Potensi tersebut harus dikembangkan dan dikukuhkan. Potensi telah dimiliki sejak lahir dan itu merupakan anugerah luar biasa dari Tuhan. Juga, yang bisa dijadikan landasan pemantapan hidup bersama masyarakat adalah selalu belajar. Belajar tak mengenal waktu-tempat, melejitkan rasa percaya diri yang amat dalam untuk menjadikan hidup selalu bahagia, sejalan dengan nilai moral, etika, dan estetika sosial hidup.

Semangat pribadi sangat memengaruhi warna hidup dan akan memberikan perkembangan yang luar biasa dalam hidup. Penguatan akuntabilitas diri sebagai santri sejati menuju insan kamil. Apalah arti hidup bila tidak disertai dengan nilai positif dan memberi faidah pada yang lain. Paling baiknya manusia adalah yang mampu memberikan maslahah pada yang lain.

Lagi-lagi ketika menilik pada kehidupan saat ini banyak warna buram yang memoles realitas tersebut. Banyak kasus pembunuhan, aborsi, diskriminasi, serta sejenisnya. Ini menjadi ladang santri yang kaya ilmu untuk ikut mengatasi problem yang tengah dihadapi masyarakat. Nlai kehidupan sejahtera, harmoni, nyaman, dan makmur sangat minim sekali. Hidup adalah untuk menghargai aktivitas hidup itu sendiri dengan kebaikan.

Terobosan tersebut diharapkan mampu mengurai masalah kehidupan dengan metode solutif dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk terlepas dari jeratan hidup yang carut-marut, mengajak untuk memaknai kehadiran teknologi dengan benar, menghilangkan ketidaksiapan mental terhadap teknologi canggih, dan menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat.

Santri

Kebersamaan santri dan masyarakat harus solid dan menghadirkan cara untuk menata hidup lebih bermakna. Kita menyadari hidup ini yang sarat dengan BBM, WA, SMS, FACEBOOK, TWEET, YM, konflik sosial, konflik golongan, dll, sehingga tercipta mental yang bermartabat. Perubahan warna kehidupan ini sangat berpengaruh terhadap paradigma masa depan.

Kata Cooke, “Pola pikir positif akan menuntun pada pemaknaan hidup yang penuh kasih sayang dan jubah kenyamanan.” Langkah hidup dengan penuh keindahan akan membangun konstruksi perjalanan kemanfaatan. Kredibilitas kedirian sangat menunjang perjuangan hidup untuk menggapai the success kualitatif. Ide-ide substantif menjadikan hidup lebih bermakna.

 

Penulis adalah penikmat kopi di Lembah Literasi Mafaza Yogyakarta

ejogja

Pusat Info Pendidikan Jogja

One thought on “Memaknai Hidup Bersama Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *